Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Desember 2016 | 19.19 WIB

Pengakuan Ahok Soal Ucapannya di Pulau Seribu

Suasana sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12) - Image

Suasana sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12)

JawaPos.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim ucapannya di Pulau Seribu yang mengutip Surah Al Maidah ayat 51 bukan untuk menafsirkan surat itu. Apalagi ucapan itu sengaja untuk menistakan agama Islam.



Ahok mengklaim bahwa kutipan ayat itu untuk menyindir oknum politisi yang dinilainya tidak menginginkan dia terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta.



"Namun ucapan itu, saya maksudkan, untuk para oknum politisi, yang memanfaatkan Surat Al-Maidah 51, secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada," kata Ahok saat membacakan eksepsinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12).



Namun, Ahok tidak merincikan siapa politisi yang dimaksud.



Dia hanya mengisyaratkan oknum politisi itu adalah lawannya saat maju dalam pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada Februari 2017 nanti.



"Selama karier politik saya, dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai mengikuti Pemilu, kampanye pemilihan Bupati, bahkan sampai Gubernur, ada ayat yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat, dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasaan oleh oknum yang kerasukan “roh kolonialisme”," paparnya.



Menurut Ahok, ayat itu sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elite, karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.



"Dari oknum elite yang berlindung di balik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan surah Almaidah 51. Isinya, melarang rakyat, menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan, jangan pernah memilih kafir menjadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum yang seiman," ujar dia. (elf/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore