Penyedia sabu dalam jaringan Koko Erwin, Arfan Yulius Lauw (kanan) dan penghubung Erwin ke Arfan, Charles Bernando (CB) alias Charlie. (ANTARA/Bareskrim Polri)
JawaPos.com-Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap seorang penghubung dan seorang penyedia narkotika jenis sabu dalam jaringan terduga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso di Jakarta, Senin mengatakan penyedia sabu itu bernama Arfan Yulius Lauw (AYL). Sedangkan, penghubung Erwin ke Arfan yang ditangkap bernama Charles Bernando (CB) alias Charlie.
Arfan dan Charlie ditangkap pada 28 Februari 2026. Keduanya tercatat pernah mendekam di penjara. Charlie atas kasus pembunuhan dan peredaran narkoba serta Arfan atas kasus peredaran narkoba.
Eko menjelaskan keterkaitan keduanya dengan Erwin bermula saat pada pertengahan bulan Januari 2026, Charlie mengenalkan Erwin kepada Arfan yang mempunyai kenalan Ko Andre alias The Doctor.
"Erwin memesan narkotika jenis sabu 2 kilogram kepada Ko Andre alias The Doctor melalui Arfan," ucapnya.
Dalam prosesnya, lanjut dia, Erwin mencoba menegosiasikan sistem pembayaran 2 kilogram sabu dengan harga per kilogramnya Rp400 juta. Keesokan harinya, barang turun dan dikirim ke sebuah apartemen di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Sabu tersebut kemudian diantarkan sendiri oleh Erwin ke Surabaya. Saat di Surabaya, sabu dibawa oleh Rudi yang merupakan anak buah Erwin untuk diedarkan di Kota Bima, NTB.
"Atas sabu yang sudah dijual ke Koko Erwin, Arfan mendapatkan upah penjualan sabu dari Ko Andre sebesar Rp20 juta yang dibagi dua dengan Charlie sehingga masing masing menerima Rp10 juta," ungkapnya.
Transaksi kedua terjadi pada akhir Januari 2026. Eko menyebut bahwa pada saat itu, Erwin kembali menghubungi Charlie untuk memesan narkotika senilai Rp400 juta.
Selanjutnya, Charlie menghubungi Arfan dan Arfan menghubungi Ko Andre. Dari The Doctor itu, Erwin mendapatkan 3 kilogram sabu.
Kemudian, pada 16 Januari 2026 pukul 04.00 WIB, Erwin menyuruh Arfan menemani Akhsan alias Genda yang merupakan orang kepercayaan Erwin untuk mengambil barang tersebut di Pluit.
Usai proses pengambilan, sabu tersebut langsung dibawa pergi Erwin dan Genda menuju ke Bima, NTB, untuk diedarkan di wilayah tersebut.
Sesampainya di sebuah hotel di Bima, NTB, pada sekitar pukul 20.00 WIT, sabu seberat 500 gram dibawa oleh Genda ke kamar 415. Barang tersebut diletakkan di bawah TV hotel dan kemudian dibawa oleh mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Sekitar pukul 23.00 WITA, sebanyak 2 kilogram sabu yang disimpan di mobil dalam sebuah tas berwarna hitam, diambil oleh Setiawan alias Awan, kurir jaringan Erwin.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
