
Kodaeral VIII memproses hukum 5 personel TNI AL Lanal Melonguane, Kab Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara usai terjadi kesalahpahaman dengan dengan warga di pelabuhan setempat. (ANTARA/Kodaeral VIII)
JawaPos.com - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado menegaskan akan memproses hukum anggota TNI Angkatan Laut yang diduga terlibat penganiayaan terhadap warga sipil di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Saat ini, 5 personel TNI AL yang diduga terlibat telah ditahan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Melonguane.
“Atas nama pimpinan TNI AL, kami tidak mentoleransi segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” kata Komandan Kodaeral VIII Manado, Laksamana Pertama TNI Dery Triesananto Suhendi, kepada wartawan, Minggu (25/1).
Peristiwa tersebut menimpa Berkam Saweduling, seorang guru, saat sedang memancing di sekitar Pelabuhan Umum Melonguane pada Kamis (22/1) malam. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.
Dery menjelaskan, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian. Ia menyebut, kejadian itu diduga terjadi di bawah pengaruh minuman keras.
Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggota TNI AL yang menyebabkan warga sipil menjadi korban.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota TNI AL,” ujarnya.
Saat ini, keenam anggota TNI AL yang terlibat masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Pomal. Kodaeral VIII Manado memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Situasi di Melonguane dilaporkan telah kembali kondusif setelah sempat memanas," tegasnya.
Sebelumnya, ratusan warga bersama tokoh adat turun ke jalan pada Jumat (23/1) untuk menuntut proses hukum terhadap pelaku penganiayaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Komandan Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan biaya pengobatan dan tali asih kepada korban yang masih dirawat di rumah sakit. Selain itu, pihak Lanal juga melakukan koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban.
Meski upaya penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan, Kodaeral VIII Manado menegaskan bahwa proses hukum terhadap anggota TNI AL yang terlibat tetap akan dilanjutkan.
Kodaeral VIII Manado juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang serta bersama-sama menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah. Pihak TNI AL berjanji penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan dan profesional.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
