
Beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM), Kerry Adrianto Riza, saat menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM), Kerry Adrianto Riza, mengklaim dirinya tidak mengintervensi proses penyewaan tiga unit kapal milik PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN) oleh Pertamina. Pernyataan itu disampaikan Kerry saat menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/12).
Kerry menyebut, kesaksian pejabat Pertamina di persidangan telah memberikan gambaran jelas bahwa proses lelang pengadaan kapal berjalan sesuai ketentuan. Ia menegaskan tidak ada intervensi dalam penyewaan kapal milik PT JMN.
“Saksi dari Pertamina telah menyatakan bahwa tiga kapal milik saya yang disewa oleh Pertamina telah melalui proses pengadaan yang benar sesuai peraturan yang berlaku tanpa intervensi siapa pun," kata Kerry.
Ia menambahkan, mekanisme pengadaan yang dilalui JMN sama dengan prosedur yang diterapkan terhadap sekitar 50 pemilik kapal lainnya. Kerry juga menolak anggapan bahwa dirinya merupakan pemain besar dalam bisnis perkapalan.
"Proses pengadaan saya ini sama persis dengan proses pengadaan kapal lainnya di Pertamina. Saya ini bukan pemain kapal besar, kapal saya hanya 3 dari 200 kapal lain yang disewa oleh Pertamina,” ujarnya.
Menurutnya, jika pengadaan terhadap ratusan kapal lainnya dinilai sah, maka posisinya selaku pemilik tiga kapal juga seharusnya tidak bisa dipersoalkan.
Selain itu, Kerry membantah tuduhan bahwa dirinya mengatur proses agar bisa memperoleh pinjaman dari Bank Mandiri. Ia menyebut keterangan saksi dari pihak bank telah menepis tudingan tersebut.
“Pengajuan saya diproses secara profesional oleh pihak Bank Mandiri dan tanpa jaminan bahwa kapal saya akan disewa oleh Pertamina,” tegasnya.
Kerry juga menyinggung rekam jejak dan legalitas fasilitas Terminal BBM milik OTM, termasuk penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta status penetapan OTM sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).
“Ini adalah bukti bahwa OTM itu dibutuhkan dan faktanya sampai sekarang masih digunakan Pertamina,” jelasnya.
Dalam proses persidangan, Senior Relation Manager Commercial Banking Shipping Industry PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Aditya Redho, menegaskan konfirmasi yang dilakukan kepada calon penyewa merupakan prosedur standar yang juga diterapkan kepada penerima kredit lainnya. Menurutnya, konfirmasi tersebut bukan merupakan hal yang luar biasa.
"Ini hal yang biasa-biasa saja dan iya, datang," imbuhnya, Selasa (2/12).
Dalam kasusnya, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza (anak Riza Chalid), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati, serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM) Gading Ramadhan Joedo didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 285,1 triliun.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) merinci sejumlah perbuatan yang diduga merugikan negara, salah satunya kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak antara perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Kerry, yakni PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak (OTM).
Jaksa menyebut, kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak dilakukan dengan PT Pertamina Patra Niaga, meskipun saat itu Pertamina disebut belum membutuhkan terminal BBM tambahan. Nilai kerugian dari kerja sama ini ditaksir mencapai Rp 2,9 triliun.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
