
Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi mendatangi aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sejumlah aktivis nasional mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/10). Mereka menyuarakan agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diadili karena dituding terlibat berbagai kasus korupsi.
Pantauan JawaPos.com, dalam aksi unjuk rasa itu terlihat sejumlah aktivis diantaranya Said Didu, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte, Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi, hingga Marwan Batubara.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melakukan orasi unjuk rasa di atas mobil komando yang mengarah ke Gedung KPK. Said Didu menyinggung dinasti politik Jokowi, yang kini menyuarakan agar mendukung Prabowo-Gibran kembali maju pada Pilpres 2029.
"Ini menurut saya keluarga ini sudah keterlaluan. Karena menganggap negara ini punya dia," kata Said Didu saat berorasi di depan Gedung Merah Putih KPK.
Ia tidak menginginkan, keluarga Jokowi secara terus-menerus menjadi pejabat, apalagi bisa menjadi kepala pemerintahan.
"Kami tidak rela Joko Widodo seakan-akan pemilik Indonesia. Karena kami tidak tahu sejarah keluarga itu," tegas Said Didu.
Ia meminta masyarakat untuk tinggal diam. Menurutnya, rakyat Indonesia sudah 10 tahun diinjak-injak oleh Jokowi.
"Jadi masa kita semua bukti masih diam," cetusnya.
Sementara, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte turut menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Ia mengingatkan KPK untuk tidak tebang pilih dalam menangani setiap kasus praktik korupsi.
"Tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi yang Anda tangani. Anda dimonitor oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," tegasnya.
Sebagai seorang yang pernah berkarier di institusi Polri, lanjut Napoleon, dirinya menyuarakan bubarkan parcok dan reformasi Polri. Ia menyayangkan, Polri kini disematkan dengan istilah parcok.
"Saya pribadi sedih mendengar istilah parcok. Tidak rela mendengar istilah parcok. Saya yakin Anda juga tidak pernah rela disebut parcok. Karena di mata saya Anda semua adalah Polri. Bubarkan parcok, selamatkan Polri," imbuh Napoleon dengan nada menggebu-gebu.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
