Mobil rantis Brimob yang diduga melindas driver ojol sampai meninggal. (Istimewa)
JawaPos.com - Gelombang kemarahan publik terus membesar pasca-tragedi tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8).
Tagar #PolisiPembunuhRakyat langsung meroket dan menduduki posisi nomor satu trending topic di platform X (Twitter). Hingga Jumat (29/8) siang, tagar itu telah mengundang lebih dari 160 ribu impresi, penuh dengan luapan kritik dan kekecewaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Tragedi bermula ketika sebuah kendaraan lapis baja milik Brimob melindas seorang pengemudi ojol yang ikut menyuarakan aspirasi di sekitar Gedung DPR RI. Polisi yang semestinya menjadi pelindung warga, justru dipersepsikan berbalik menjadi ancaman nyata bagi rakyat sipil.
Insiden itu memicu amarah yang meluas dan mengubah dinamika aksi: dari semula demonstrasi damai menuntut DPR lebih peka terhadap persoalan rakyat, kini berubah menjadi konfrontasi terbuka antara warga sipil dan aparat.
Kematian sang driver ojol dianggap sebagai titik didih. Sejumlah massa sipil dan komunitas ojek online memilih bertahan di jalanan hingga hari ini, menuntut akuntabilitas dan reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
Nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun ikut diseret dalam pusaran kritik. Banyak pihak menilai kepemimpinannya sarat persoalan dan gagal memulihkan citra institusi yang belakangan terus terpuruk akibat serangkaian kasus kekerasan aparat.
Di media sosial, komentar netizen menggambarkan kekecewaan mendalam. “Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibeli dari uang rakyat. Untuk siapa sebenarnya polisi bekerja?” tulis seorang pengguna X.
Sementara akun lain menambahkan, “Bukan lagi pengayom, polisi sekarang sudah jadi momok bagi masyarakat. #PolisiPembunuhRakyat bukan sekadar tagar, tapi realita.”
Tagar ini seolah menjadi simbol krisis kepercayaan publik terhadap Polri. Tuntutan transparansi dan keadilan semakin menguat, sementara desakan agar aparat yang terlibat dihukum seberat-beratnya kian nyaring terdengar.
Pertanyaannya kini: apakah tragedi ini akan menjadi momentum lahirnya reformasi di tubuh kepolisian, atau justru semakin menegaskan jurang antara rakyat dan aparat?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022