
Kapten Borneo FC, Diego Michiels didakwa melakukan penganiayaan.
JawaPos.com - Kapten Borneo FC, Diego Michiels, menjalani sidang perdana kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (12/4). Hal itu diketahui, setelah dirinya secara tidak sengaja terlihat di PN Jaksel. Meskipun, sempat mengelak ketika ditanya awak media perihal kedatangannya.
Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu hadir atas dugaan kasus penganiayaan.
Tetapi, kepada majelis hakim, mantan kekasih pesinetron Nikita Willy ini mengaku lupa saat ditanya perihal kejadian penganiyaan yang didakwakan padanya. Bahkan, dia mengaku lupa dengan postur tubuh yang diduga dianiaya olehnya. Meskipun, dia membantah saat itu dalam keadaan mabuk.
"Udah satu tahun, Pak Hakim Ketua, lupa," jawabnya santai ketika ditanya kronologi peristiwa.
Karena Diego Michiels terus mengaku lupa, majelis hakim memutuskan sidang dilanjutkan pada 26 April 2018 dengan agenda pemeriksaan saksi dari korban.
Diketahui sebelumnya, Diego Michiels ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap warga negara asing berinisial DJS. Diego disangkakan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.
Peristiwa tersebut terjadi tahun lalu pada 21 Mei 2017, sekitar pukul 03.30 WIB. Kasus penganiayaan ini bermula ketika Diego dan DJS tengah makan di sebuah restoran di Kemang, Jakarta Selatan. Lalu, terjadi cekcok hingga akhirnya DJS dipukul Diego Michiels.
Jika terbukti bersalah, Diego Michiels terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
