
Doktif di sidang kasus dugaan pemerasan dan TPPU dengan terdakwa Nikita Mirzani. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dokter Detektif atau Doktif menjadi saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menyampaikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Kamis (7/8). Hal ini terkait dengan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Nikita Mirzani.
Menurut Doktif, suami suami Reza Gladys, Attaubah Mufid, telah mengakui produknya memang overclaim. Pengakuan tersebut terlontar pada saat dia bertemu dengan Attaubah Mufid setelah produk skincare diulas oleh dirinya.
"Disitu dia mengakui. 'Iya dok, produk saya overclaim, overprice','" kata Doktif menirukan perkataan suami Reza Gladys di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Setelah adanya pengakuan itu, Doktif mengaku memberikan nasihat supaya memperbaiki produknya. Akan tetapi, Attaubah Mufid justru menawarkan perdamaian dengan cara lain tanpa harus memperbaiki produk.
"Mereka terus mengejar saya. Akhirnya keluar ucapan saya, 'ya sudah kasih Rp 20 miliar','" aku Doktif.
Doktif mengira ucapan ngasal itu tidak mungkin disetujui oleh pihak Reza Gladys.Sebab, dia tahu angka itu sangatlah besar. Tapi ternyata 2 hari kemudian dia mendapat kabar disetujui untuk dana sebesar Rp 20 miliar sebagai kompensasi perdamaian.
"Dua hari kemudian saya dapat pesan dari Attaubah Mufid. 'Kak, saya dan istri bersedia memberikan Rp 20 miliar ke kakak'. Saya ketakutan. Kok bisa mau mengeluarkan uang Rp 20 miliar ? Berarti seberapa besar untung produknya," katanya.
Setelah mendapat pesan itu, Doktif mengaku tidak pernah menagih uang Rp 20 miliar yang telah disetujui suami Reza Gladys. Doktif tetap memintanya agar memperbaiki produk supaya tidak menipu banyak orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
