Warga melepas rantai yang mengikat kaki anak yang diduga menjadi korban ekspolitasi di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali. (Instagram).
JawaPos.com - Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali, mendadak jadi sorotan publik setelah kejadian memilukan terungkap pada Minggu (13/7) dini hari.
Empat bocah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tiga di antaranya terikat rantai di kaki, di sebuah rumah milik pria lanjut usia, setelah sang kakak tertangkap mencuri uang dari kotak amal masjid.
Kronologinya, peristiwa ini bermula saat MAF (11), seorang anak laki-laki, kepergok warga sedang mencoba mengambil uang Rp20 ribu dari kotak amal Masjid Darussalam, Desa Kacangan.
Aksinya sontak mengundang perhatian warga. Namun bukan hanya aksi pencurian itu yang mengejutkan, melainkan alasan di baliknya.
“Waktu itu anaknya ambil uang Rp20 ribu, bilangnya untuk makan adik-adiknya karena kelaparan,” ujar Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, yang menjadi saksi langsung dari pengungkapan kasus ini.
Warga yang penasaran pun mengantar MAF pulang. Setibanya di rumah yang dituju, mereka dibuat syok. Di sana, mereka menemukan tiga anak lainnya—SAW (14), IAR (11), dan VMR (6) dalam kondisi kaki dirantai, tubuh lemas, dan wajah lusuh. Keempatnya ternyata bersaudara.
Bagus langsung bergerak cepat begitu melihat kondisi para bocah tersebut. Ia melepas rantai yang melilit kaki mereka dan segera membelikan makanan karena anak-anak itu terlihat sangat lemah dan kelaparan.
“Mereka bilang sudah sebulan dirantai, dan sudah tinggal di sini selama dua tahun,” tambah Bagus, masih dengan nada geram dan prihatin.
Lebih lanjut, terungkap bahwa rumah tempat mereka disekap milik Siswono Putra (65), sosok yang disebut sebagai tokoh agama, namun warga sekitar menyebut dia merupakan pribadi yang tertutup dan misterius.
Warga mengaku jarang melihat Siswono berinteraksi dengan tetangga. Bahkan saat ada tetangga yang berniat membantu pekerjaan rumah seperti menjemur pakaian, mereka justru dilarang.
Tak pelak, insiden ini langsung memantik kecurigaan kuat akan dugaan eksploitasi terhadap anak-anak. Warga menduga, keempat bocah tersebut bukan sekadar ditelantarkan, tetapi sengaja “dikunci” agar tidak bisa ke mana-mana.
“Siswono orangnya tertutup. Selama ini nggak pernah ngobrol sama tetangga. Kami juga nggak tahu kalau ada anak-anak di dalam,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kini, Siswono telah diamankan oleh pihak Polres Boyolali untuk diperiksa intensif. Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam kasus ini.
Sementara itu, keempat korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis dan perlindungan psikologis. Pihak pemerintah desa dan lembaga perlindungan anak turut dilibatkan dalam proses pemulihan mereka.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
