Tim SAR Gabungan menemukan 2 jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Selasa (7/8/2025). Kedua korban sudah dievakuasi untuk diidentifikasi oleh tim medis. (Basarnas)
JawaPos.com - Pencarian Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali sepekan lalu, mulai menemukan titik terang. Bangkai kapal tersebut terdeteksi di kedalaman 49 meter.
Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono mengatakan bahwa pada operasi pencarian hari kedelapan, Rabu (9/7), KRI Pulau Fanildo mendeteksi tujuh referensi.
Dari tujuh referensi tersebut, tim SAR gabungan fokus pada referensi tujuh dan referensi 4 yang diduga kuat menjadi lokasi KMP Tunu Pratama Jaya berada. Pencarian pun melibatkan tiga metode deteksi bawah laut.
Di antaranya menggunakan metode magnetometer, Multibeam Echosounder (MBES), dan Side Scan Sonar (SSS). SRU under water juga telah menurunkan kamera bawah air hingga kedalaman 35 meter.
Namun, kamera yang diturunkan hanyut terbawa arus bawah air. "Sebelum hanyut, kita masih bisa monitor gambaran objek yang berada di bawah air, tepatnya pada kedalaman 48 - 49 meter," tutur Endra dalam keterangannya, Kamis (10/7).
Di balik kabar penemuan ini, ada catatan penting bahwa posisi bangkai kapal ternyata berjarak sangat dekat dengan kabel listrik bawah laut (cable head) yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.
"Dari hasil SAR hari ini objek diduga Kapal Tunu berjarak sekitar 30 meter dari kabel suplai Jawa-Bali bawah laut," imbuh dia. Saat ini, Koarmada II sedang menyusun gambar 3D objek di dasar laut, untuk selanjutnya diserahkan ke Basarnas.
Sementara itu, Senior Manager Pemeliharaan Transmisi PT PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa bagian timur dan Bali, Inda Puspanugraha terus berkoordinasi secara intensif dengan tim SAR gabungan.
"Informasi awal jarak dari titik lokasi tenggelamnya KMP Tunu ke kabel sekitar 1,3 kilometer, namun saat ini sudah 30 meter (artinya ada pergeseran titik), kami akan pantau terus," ujarnya.
Inda memastikan hingga kini, suplai listrik Jawa-Bali masih normal dan tidak ada gangguan ke Pulau Bali. PLN akan terus melakukan pemantauan agar bangkai kapal tidak mengganggu kabel bawah laut di Selat Bali.
Kronologi Singkat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
