Operasi SAR korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (5/7). (Basarnas)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mencari keberadaan seluruh korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Kamis dini hari (3/7) lalu.
Upaya tim SAR pun mulai membuahkan hasil. Pada operasi pencarian hari kelima, Senin (7/7) kemarin, ditemukan 2 buah pelambung yang diduga kuat milik penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengungkapkan bahwa dua pelampung ditemukan di sekitar perairan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.
"Di koordinat 8° 40' 12.34" S 114° 35' 30.85" E. Jika ditarik garis lurus, maka berjarak sekitar 32 mil laut dari lokasi kejadian tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, dengan heading 160º," tutur Eko dalam keterangannya, Selasa (8/7).
Ia menyebut pada operasi hari kelima, tim SAR mengerahkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah, swasta, relawan, warga sekitar, serta sejumlah Alut SAR udara, laut, darat dan bawah permukaan.
Tim SRU udara menyisir dari atas wilayah perairan Selat Bali hingga wilayah selatan Muncar dan Alas Purwo, dengan tiga Alut SAR yakni helikopter HR 3606 Basarnas, helikopter Bell 429 Polri, serta pesawat Cesna 217 API.
Sementara SRU laut menyisir perairan, mulai dari lokasi kejadian hingga ke selatan menuju semenanjung Blambangan, dengan cakupan daerah pencarian yang disisir mencapai 25 mil laut.
"Kendala yang kami hadapi masih sama, yakni kondisi cuaca perairan selat Bali. Dari data BMKG, kecepatan anginnya diantara 4 - 25 knots, dengan ketinggian gelombang di kisaran 0,5 - 2,5 meter," imbuhnya.
Jarak pandang (visibility) pun terbatas dengan 2 - 7 kilometer, serta kecepatan Dus 2,4 m/s. Pada saat yang bersamaan, SRU darat juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, baik di wilayah Banyuwangi maupun Bali.
Dalam kesempatan yang sama, Eko juga membeberkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 38 korban KMP Tunu Pratama Jaya, dengan rincian 30 korban selamat, 8 korban meninggal dunia.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal. Dengan demikian, 27 orang masih dalam pencarian.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
