
Tim SAR menghadapi kabut tebal saat akan mengevakuasi jenazah Juliana, WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani NTB. Evakuasi akan dilakukan pagi ini. (Basarnas)
JawaPos.com - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) turun tangan menyelidiki peristiwa jatuhnya pendaki asal Brazil bernama Juliana de Souza Pereira Marins di Gunung Rinjani. Dikutip dari Lombok Post pada Kamis (26/6), jenazah pendaki perempuan berusia 27 tahun itu tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB tiba pada pukul 22.49 WITA pada Rabu (25/6).
”Kami selidiki untuk memastikan penyebab kecelakaan,” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid.
Demi mendalami peristiwa tersebut, petugas dari Polres Lombok Timur dan Ditreskrimum Polda NTB sudah menginterogasi sejumlah saksi. Namun demikian, mereka belum bisa menyampaikan siapa saja dan berapa jumlah saksi yang diinterogasi oleh petugas. Kholidi menyampaikan bahwa hal itu dilakukan hanya menggali informasi.
Sejauh ini belum ada informasi maupun petunjuk yang menunjukkan bahwa korban terjatuh akibat tindak pidana. Aparat kepolisian melihat hal itu murni terjadi karena kecelakaan. Bila ada petunjuk lain, Polda NTB akan melakukan penelusuran lebih dalam. Mereka memastikan segala informasi bakal disampaikan secara terbuka kepada publik.
”Masih murni karena kecelakaan. Tunggu saja hasilnya, belum dapat informasi hasil lidiknya,” terang Kholid.
Proses evakuasi jenazah Juliana berlangsung selama 5 hari. Sejak Sabtu pekan lalu (21/6) sampai Rabu (25/6). Pendaki asal Brazil tersebut jatuh di jalur ekstrem Gunung Rinjani. Dia berhasil dibawa turun oleh tim gabungan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.
Evakuasi pendaki asal Brazil di Gunung Rinjani itu melibatkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pemerintah daerah (pemda) setempat. Kombes Kholid menyampaikan bahwa evakuasi itu tuntas berkat kerja sama semua pihak.
”Ini adalah bentuk nyata sinergi kemanusiaan. Semua bahu-membahu demi menyelamatkan pendaki Brasil dalam kondisi geografis Rinjani yang menantang,” ujarnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
