Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 14.13 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual Dokter AY di Kota Malang, IDI: Tak Ada Tempat bagi Pelanggar Etika!

Dokter umum di RS Swasta di Kota Malang diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya dengan modus cek jantung. (Tangkapan layar instagram @qorry***)

JawaPos.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya turut menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum tenaga medis (dokter) berinisial AY, yang belakangan ramai diperbincangkan.

Ketua IDI Malang Raya, Sasmojo Widito menyebut pelecehan seksual merupakan tindakan yang melanggar norma hukum, etika, dan disiplin profesi, yang tidak bisa lagi ditoleransi.

"Pelanggaran dari satu atau kombinasi norma ini adalah bentuk ketidakprofesionalan. Pasti ada sanksi terhadap yang bersangkutan. Kami akan rapat, karena ini kan baru muncul kasusnya," tutur Sasmojo, Sabtu (19/4).

Selain melakukan rapat internal, organisasi profesi dokter tersebut juga menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh rumah sakit tempat diduga pelaku AY pekerja. Dalam hal ini Persada Hospital.

"Tetapi kami pasti akan melakukan pembinaan pada yang bersangkutan dan pasti akan ada sanksi. Kami tidak akan bisa maju kalau norma saja dilanggar," imbuh dokter spesialis Jantung yang bekerja di UMM Hospital itu.

Lebih lanjut, Sasmojo menuturkan bahwa kasus ini menjadi pelajaran bagi dokter dan mahasiswa kedokteran agar selalu menjunjung  tinggi profesionalisme, etika, moral, dedikasi, loyalitas, dan integritas.

"Norma itu telah disusun dalam bentuk undang-undang, maka harus diikuti. Seseorang pintar tetapi etik-nya tidak, akan tidak bagus. Ini bukan sekadar permasalahan dia pandai atau tidak, tetapi menyangkut sikap bijak," tukas Sasmojo.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan oleh dokter di Kota Malang, mencuat setelah korban berinisial QAR mengungkapkan kisahnya di unggahan instagram pribadinya @qorry***. Kejadian terjadi pada September 2022.

Artinya, butuh waktu tiga tahun hingga akhirnya korban memiliki keberanian untuk bersuara. Saat kejadian, QAR posisi sedang dirawat di Persada Hospital Kota Malang karena sinusitis dan vertigo berat.

"Bismillah, di sini aku beraniin buat speak up karena ramainya berita kasus-kasus dokter CBUL yang semakin marak. Semoga tidak ada korban selanjutnya, ini kejadian persis sebelum tragedi Stadion Kanjuruhan," tulisnya di caption, dikutip Sabtu (19/4).

Saat menjalani perawatan, QAR justru mendapat perlakuan tak mengenakkan dari oknum AY. Mulai dari spam chat, menyuruh buka baju berdalih cek jantung, hingga diduga mengambil gambar bagian dada korban.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore