Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 00.19 WIB

OPM Bantai 11 Orang Penambang Emas di Yahukimo, Kemhan: Korban Diperlakukan Tidak Manusiawi

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan sudah merncanakan penyerangan itu sejak jauh-jauh hari.

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) turut memberi atensi atas aksi yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka menyatakan bahwa tindakan OPM sudah di luar batas kemanusiaan. Mereka membantai masyarakat sipil tanpa ampun. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas mengakui bahwa instansinya sudah mendapat informasi mengenai serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut. Frega memastikan, para korban merupakan masyarakat sipil. Tidak ada satu pun prajurit TNI seperti tudingan OPM

”Ada 11 penambang ilegal yang memang menjadi korban dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Mereka dibunuh dengan sadis. Itu tentunya juga perbuatan yang memang tidak bisa ditolerir karena sudah melanggar kemanusiaan,” kata dia pada Kamis (10/4). 

Jenderal bintang satu TNI AD itu membenarkan bahwa ada pelibatan TNI dalam menindaklanjuti tragedi pembantaian tersebut. Namun demikian, TNI bertindak untuk mem-back up Polri. Itu sekaligus menegaskan bahwa para korban memang masyarakat sipil, bukan prajurit TNI atau agen intelijen TNI seperti tudingan OPM yang terus disampaikan melalui Sebby Sambom. 

”Makanya dalam proses evakuasi ITU memang saat ini mengedepankan kepolisian untuk membuktikan bahwa yang dijadikan korban oleh OPM itu benar-benar adalah warga sipil,” kata Frega. 

Mantan komandan Kodim Jakarta Utara tersebut menyampaikan, narasi yang disebar oleh OPM merupakan bentuk propaganda. Mereka ingin menyudutkan TNI dan Pemerintah Indonesia. Padahal, Frega menyatakan bahwa tindakan mereka sudah melanggar hukum dalam negeri maupun hukum internasional. Sebab, pembantaian yang mereka lakukan sangat keji. 


”Yang dilakukan OPM di Yahukimo itu sangat tidak berperikemanusiaan dan menyasar warga sipil. Jadi, propaganda yang dilakukan dengan menyebutkan bahwa itu adalah agen intelijen dari TNI itu sama sekali tidak benar,” imbuhnya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore