Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 03.08 WIB

Jalani Pemeriksaan selama Delapan Jam, Ahok Ngaku Kaget jadi Saksi untuk Sembilan Tersangka

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok selesai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (13/3). Lebih kurang delapan jam dia ditanyai oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Kepada awak media, dia mengaku diperiksa untuk sembilan orang tersangka. 

Usai menjalani pemeriksaan tersebut, Ahok berulang mengaku kaget. Menurut dia, langkah-langkah yang dilakukan oleh penyidik JAM Pidsus Kejagung sudah sangat dalam.

Dia menyatakan bahwa Kejagung sudah memiliki banyak data berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina. 

”Jadi, ternyata dari Kejaksaan Agung mereka punya data yang lebih banyak daripada yang saya tahu. Ibaratnya saya tahu cuma sekaki, dia tahu sudah sekepala. Saya juga kaget-kaget juga,” kata dia. 

Ahok mengaku kaget lantaran kasus dugaan korupsi itu terjadi sampai level sub holding PT Pertamina. Sementara dirinya sebagai komut tidak mengawasi subholding secara detail.

Monitoring hanya dilakukan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), termasuk untung dan rugi serta kinerja Pertamina selama dia masih bertugas. 

”Kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus selama saya di sana. Jadi, kita nggak tahu tuh, ternyata di bawah ada apa, kita nggak tahu,” imbuhnya. 

Kepada penyidik, Ahok menyampaikan bahwa seluruh agenda rapat di Pertamina terekam dan tercatat. Sehingga penyidik JAM Pidsus Kejagung bisa meminta data tersebut kepada Pertamina bila memang dibutuhkan.

Dia menegaskan bahwa kedatangannya memenuhi panggilan penyidik merupakan komitmen untuk membantu proses penyidikan. 

”Saya mau membantu mana yang kurang, nanti setelah dia dapat data-data dari Pertamina setelah mereka pelajari, semua rapat kan kami ada rekaman, ada catatan. Nanti kalau butuh saya lagi, saya datang lagi,” imbuhnya. 

Pria yang pernah bertugas sebagai gubernur Jakarta itu pun menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung lama karena dia diperiksa untuk sembilan orang tersangka. Sehingga ada proses pemeriksaan dengan pertanyaan yang berulang untuk setiap tersangka. Karena itu pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB baru tuntas petang hari. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore