Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 17.21 WIB

Polisi Tembak Pelajar di Semarang, Pengamat Dorong Evaluasi Penggunaan Senpi oleh Anggota Polri

Rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR bahas penembakan terhadap siswa SMK hingga meninggal dunia oleh oknum anggota polisi. (Asprilla Dwi Adha/Antara)


JawaPos.com-Pemerhati isu-isu kepolisian Bambang Rukminto mendorong evaluasi penggunaan senjata api (senpi) oleh personel Polri. Menurut dia, itu penting dilakukan pasca rentetan peristiwa yang terjadi belakangan ini. Khususnya penembakan pelajar SMKN 4 Semarang pada Minggu dini hari (24/11).

Baca Juga: Gedung Putih Lega Korsel Cabut Status Darurat Militer

Menurut Bambang, evaluasi penggunaan senpi oleh personel Polri aidah menjadi keharusan. ”Terkait penggunaan senpi oleh anggota (kepolisian) memang harus ada evaluasi ulang, apakah perlu semua personel itu membawa senjata api, saya kira tidak,” kata dia.

Hal itu mestinya turut menjadi catatan bagi Polri. Sebab, penggunaan senpi oleh personel Polri disertai dengan potensi risiko. ”Penggunaan senjata api itu berkaitan dengan potensi resiko yang dihadapi oleh personel di lapangan,” kata pengamat dari dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)  tersebut. 

Bambang menilai, personel Polri yang tidak menjalankan tugas penanganan tindak kriminal berbahaya atau penyelidikan terkait kejahatan dengan potensi bahaya tinggi tidak perlu dibekali dengan senpi. Apalagi senpi berpeluru tajam seperti yang digunakan polisi di Semarang.  

”Sehingga penggunaan senjata api berpeluru tajam itu bisa diminimalisasikan penggunaannya,” ucap Bambang.  (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore