Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 21.40 WIB

Rekam Jejak Teroris Al Qaeda Gorontalo, Pernah Dipenjara hingga Mau Meneror Bursa Efek Singapura

 

Ilustrasi teroris .

 
 
JawaPos.com - Teroris Yudi Lukito Kurniawan (YLK) ternyata memiliki rekam jenjang panjang dalam kasus teror. Sebelum menjadi anggota Al Qaeda, dia pernah mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Philipina pada 1998 sampai 2000. 
 
Selanjutnya pada 2001, YLK pernah mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 atau pelatihan para militer di Jawa Timur yang merupakan program Jamaah Islamiyah (JI).
 
Dua tahun berikutnya, YLK pernah ditahan terkait kepemilikan senjata api laras panjang. Senjata ini merupakan titipan dari UM, napiter kasus Bom Bali 1.
 
Pada 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Anshor Tauhid (JAT). Diamengikuti program pengiriman personal ke Yaman sebagai bagian dari jihad global AQAP. 
 
Keberangkatan YLK difasilitasi oleh ABU. Beeberapa waktu lalu, ABU ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri. Saat ditangkap, ABU menjabat sebagai Lajnah Roqobah (kaderisasi) kelompok Jamaah Ansharuh Syariah. 
 
Di Yaman, YLK mengaku mendapat perintah dari AM/AZ selaku Petinggi AQAP untuk melakukan aksi teror di bursa efek Singapura. Pada 2015, YLK mencoba masuk ke Singapura melalui jalur laut namun ditolak oleh imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam. 
 
Pasca 2016, YLK berupaya menghilangkan jejak dengan mengganti identitasnya. Namun, pada akhirnya ditangkap pada Agustus 2024. 
 
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris Yudi Lukito Kurniawan (YLK) alias IS alias AT alias MAL alias AH. Penangkapan dilakukan di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Rabu (21/8) pukul 15.29 WITA.
 
 
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar membernarkan penangkapan ini. Dia memastikan YLK merupakan simpatisan Al Qaeda. 
 
"YLK merupakan WNI yang bergabung dengan kelompok teror Al Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP)," kata Aswin, Selasa (3/9).
 
Aswin mengatakan, YLK sudah cukup lama menjadi simpatisan Al Qaeda. Dia juga sudah pernah berniat melakukan aksi amaliyah.
 
"Pernah berencana melakukan aksi teror terhadap Bursa Efek Singapura pada tahun 2014," imbuhnya.
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore