
Ilustrasi hacker melancarkan serangan siber
JawaPos.com – Brain Cipher, hacker yang telah membobol Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2, membikin pernyataan mengejutkan kemarin (2/7).
Dia meminta maaf dan siap membuka enkripsi agar semua sistem layanan publik di Indonesia kembali normal. Peretas yang sukses melumpuhkan instalasi negara senilai Rp 606 miliar lebih itu berjanji memberikan kunci enkripsi ke pemerintah pada hari ini (3/7).
Pernyataan tersebut diunggah akun media sosial X bernama Stealthmole_int. Akun itu menuliskan bahwa geng ransomware yang menyerang Indonesia akan merilis kunci dekripsi secara gratis. Sebelumnya, Brain Cipher disebut meminta tebusan Rp 131 miliar.
Mantan Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia (Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure/ID-SIRTII) M. Salahuddien Manggalany menyampaikan analisisnya atas kabar tersebut. Pria yang akrab disapa Didien itu mengatakan, ada banyak kemungkinan dengan munculnya informasi dari pihak yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan PDNS 2 tersebut.
Dia mengatakan, boleh saja publik menganggap bahwa tebusan USD 8 juta atau sekitar Rp 131 miliar sudah dibayarkan. Dengan begitu, pelaku kejahatan itu bersedia memberikan kunci enkripsi data dari 282 instansi yang ada di PDNS 2. Tetapi, bisa juga ada motif lain.
Menurut Didien, pada kasus PDNS 2 itu, pelaku berhasil menyerang instalasi vital negara. Ditinjau dari sisi psikologi kriminal sekalipun, tidak ada kata kasihan dari pelaku kejahatan. Kecuali penjahatnya tertangkap, ada kemungkinan dia menyampaikan penyesalan dan lainnya.
’’Kecuali yang diserang itu personal. Misalnya, data skripsi mahasiswa, korban mohon datanya dibuka, ada kemungkinan pelaku kasihan. Sementara ini negara,’’ jelasnya kemarin (2/7).
Pada prinsipnya, alumnus Institut Teknologi Nasional Malang itu meminta semua pihak berhati-hati merespons informasi yang datang dari pelaku kejahatan siber tersebut. Pasalnya, bisa jadi alih-alih berbuat baik, pelaku malah merencanakan serangan yang lebih besar. Misalnya, dalam mengirimkan kunci untuk membuka enkripsi, satu paket dengan aplikasi untuk dekripsi. Aplikasi itu harus diinstal dahulu layaknya memasang aplikasi pada umumnya.
Nantinya pelaku kejahatan siber tersebut mengirim kode link untuk mengunduh aplikasi dekripsi tadi. Kemudian juga kode akses atau sejenis password untuk membuka file yang dienkripsi. ’’Kalau tidak hati-hati, bisa jadi link aplikasi dekripsi itu malah modus untuk serangan siber berikutnya,’’ katanya. Kemudian, dampaknya bisa lebih luas daripada serangan PDNS 2.
Analisis berikutnya adalah bisa saja pelaku penyerangan PDNS 2 benar-benar memberikan kunci sekaligus aplikasi dekripsi yang benar. Tetapi, di-setting hanya untuk membuka akses file sebagian saja. File-file yang menurut pelaku tidak laku dijual.
Deputy of operation Cyber Security Independent Resilient Team of Indonesia itu juga menyoroti pernyataan BSSN atau Kementerian Kominfo bahwa file di PDNS 2 hanya terenkripsi, tidak dicuri. Menurut dia, statement itu disampaikan hanya untuk menenangkan publik. Dia memahami betul alur dari serangan ransomware. Sebelum melakukan penguncian atau enkripsi, pelaku menyedot datanya.
Setelah si pelaku benar-benar memiliki semua salinan datanya, baru dia enkripsi data induknya. Pemerintah sebagai pemilik data tidak akan tahu bahwa datanya tersedot. Mereka tahunya data sudah terkunci atau terenkripsi. Menurut Didien, pemerintah sengaja memunculkan respons tidak panik dari kejadian itu. ’’Karena kalau pemerintah menunjukkan kepanikan, berarti datanya sangat bernilai. Otomatis data yang ada di pelaku lebih bernilai jual tinggi,’’ jelasnya.
Didien kemudian mengomentari pernyataan pemerintah bahwa layanan publik yang masuk dalam PDNS 2 bakal normal bulan ini. Dia menegaskan, normalisasi layanan itu sangat mudah dilakukan. Tinggal membuat aplikasi atau website serupa, sudah bisa jalan kembali. Sebab, yang diserang pelaku adalah data. Instansi atau pemilik data bisa membuat website, aplikasi, atau sejenisnya supaya layanan bisa kembali normal. Dia mencontohkan pada kasus KIP kuliah, Kemendikbudristek meminta penerima meng-upload ulang datanya.
Bentuk CSIRT hingga Daerah
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto meninjau Pusat Kendali Sistem Pemantauan Siber Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peninjauan berlangsung pada Selasa (2/7) di Ragunan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Hadi kembali mengingatkan bahwa BSSN memiliki peran yang sangat vital. Karena itu, mereka harus bekerja keras menangani setiap masalah siber.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022