Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2024 | 20.47 WIB

SPBU di Kediri Disatroni Kawanan Perampok, Pegawai Disekap, Duit di Brankas Senilai Rp 35 Juta Dibawa Kabur

Ilustrasi: perampok ditangkap sedang berada di sauna. Ketika itu dia sedang bertelanjang. (pixabay)

JawaPos.com - Wilayah Kabupaten Kediri mulai disasar kawanan perampok. Rabu (7/2) dini hari, pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang nekat menjarah SPBU di Dusun Nglempun, Desa Pandantoyo, Ngancar, Kediri.

Dilansir dari Radar Kediri pada Jumat (9/2), Penyekapan seorang pegawai yang sedang berjaga di kantor, mereka membobol brankas dan membawa kabur uang sekitar Rp 35 juta. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan SPBU yang ada di lereng gunung kelud itu tutup sekitar pukul 00.00 WIB.

Para operator SPBU pun pulang. Menyisakan Dewa Bayu Saputra yang mendapatkan tugas berjaga dan tidur di kantor. "Kondisi memang sudah ditutup dan sepi. Sementara operator juga tidur," ujar Koordinator SPBU, Pandantoyo Sigit kepada Radar Kediri.

Saat sedang tertidur lelap, Dewa sebenarnya sempat mendengar bunyi seperti batu kecil yang terjatuh dari atap ruangan. Namun dia tak menaruh curiga. Pemuda asal Desa Jagul, Kecamatan Ngancar ini pun memutuskan tak mengecek dan melanjutkan tidur.

Selang 17 menit kemudian, dari CCTV di bagian belakang kantor SPBU terlihat kamera ditutupi plastik kresek hitam. Setelah menutupi kamera itulah diduga pelaku mulai beraksi.

Dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan polisi, diduga pelaku masuk ke area SPBU dengan memanjat pagar tembok bagian belakang SPBU.

"Mungkin merambat lewat tower (tandon air)," ujar Sigit sembari menyebut tower tandon air memang mepet dengan tembok. Sehingga jika mereka naik melewati tembok bisa turun lewat tower tandon air.

Jejak para pelaku juga ditemukan saat tim dari Polres Kediri melakukan pemeriksaan kemarin pagi. Setelah berhasil masuk ke area SPBU mereka langsung menuju ke ruangan tempat Dewa tidur.

Pintu dibuka dengan didorong, selanjutnya Dewa yang dalam kondisi setengah sadar langsung dipukul mengenai pipi kirinya. Di saat bersamaan pelaku lain melumpuhkan Dewa dengan memukul mengenai rusuk kanannya hingga dia lemas.

Begitu Dewa dalam kondisi tak berdaya pelaku langsung mengikat dua tangannya menggunakan sabuk. Kemudian mulutnya disumpal menggunakan kain.

"Yang dia tahu pelaku menyekap itu tiga orang, mungkin dua pelaku lainnya sedang mengambil uang," jelas Sigit.

Dalam aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu pelaku berhasil membawa kabur uang sekitar Rp 35 juta. Uang yang merupakan hasil penjualan bahan bakar minyak sif siang dan malam itu dibawa kabur tak tersisa.

"Jumlah pastinya sedang kami hitung," tutup Sigit.

Baca Juga: Komplotan Pelaku Perampokan Rumdin Walkot Blitar Masih Diburu

Usai berhasil membobol brankas pelaku langsung meninggalkan SPBU. Dewa yang dalam kondisi terikat dikunci di dalam ruangan dari luar. Dia baru bisa melepaskan ikatan sabuk di tangannya beberapa jam kemudian.

Dewa harus keluar dari ruangan lewat jendela dan melaporkan kejadian tersebut ke atasannya. Setelah terjadinya perampokan SPBU yang berada di tepi jalan akses menuju objek wisata gunung Kelud itu kembali buka seperti biasa.

Sejumlah operator melayani pembeli BBM di beberapa kanal mesin disana. Kantor yang dini hari kemarin disasar oleh kawanan perampok juga tidak di police line layaknya lokasi kasus kriminalitas lainnya

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore