
Karina Dinda Lestari. (TIkTok)
JawaPos.com - Kasus perselingkuhan Karina Dinda Lestari dengan Andy Wahab memasuki babak baru. Suami Karina Dinda Lestari, Ipda Alvian Hidayat menemukan sejumlah temuan baru terkait perselingkuhan istrinya dengan dokter spesialis bedah yang juga mahasiswa kedokteran Universitas Hasanuddin itu.
Dia mengungkapkan bahwa Karina Dinda Lestari mengaku mendapat intimidasi dari Andy Wahab.
Menurutnya, sang istri dipaksa dan diiming-imingi nilai bagus agar bersedia melakukan hubungan badan.
Baca Juga: Tak Hanya Mahasiswa, Polisi Juga Tangkap Pelajar yang Hendak Demo di Patung Kuda
Alvian juga menyebut istrinya akan segera melaporkan perbuatan Andy Wahab ke pihak kepolisian.
"AW lagi kita buru, diperkosa ada unsur ancaman, penekanan dan iming-iming, kalau iming-iming memang betul dari keterangan istri saya diiming-imingi nilai yang bagus," ungkapnya.
"Ini saya dapatkan dari keterangan istri saya ada arahnya kesitu, kemungkinan istri saya akan membuat laporan," sambungnya.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Dikabarkan Didekati oleh Manchester United untuk Gantikan Erik ten Hag
Sebagai seorang polisi, Alvian tentunya tak tinggal diam. Dia berusaha menggali fakta-fakta lain dari kasus tersebut. Ia kemudian mengaku mendapatkan informasi dari Polda Sulsel terkait kasus istrinya dengan Andy Wahab itu.
Menurutnya, keterangan Polda Sulsel juga mengungkap adanya unsur pemaksaan dari Andy Wahab terhadap Karina Dinda Lestari.
"Padahal ini, fakta-faktanya lagi kita gali oleh Polda Sulsel, ternyata ada unsur-unsur pemaksaan atau penekanan dari residennya," paparnya.
Baca Juga: Ahok Sebut Ganjar-Mahfud Pasangan Lengkap yang Berani Bersihkan Koruptor
Lebih jauh, Alvian menemukan fakta baru di mana kasus serupa pernah terjadi beberapa bulan ke belakang. Saat itu menurutnya ada sebuah kasus serupa yang melibatkan dokter residen terhadap dokter koas.
Hal itu pun membuatnya menduga bahwa kasus tersebut merupakan tradisi di kalangan dokter yang tengah menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Hasanuddin.
Baca Juga: Jokowi Restui Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2024
"Karena 8 bulan lalu ada juga (kasus yang sama) dengan anak anak koas. Residen ini seniornya, sedangkan koas ini juniornya, dalam satu waktu anak-anak koas ini butuh bimbingan dari residen. Nah, hal-hal seperti itu mereka dimanfaatkan, misalnya mereka mau bertanya sesuatu ke residen tapi ada syaratnya diberikan, seperti diajak jalan," jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
