Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Oktober 2023 | 14.18 WIB

Kelompok Egianus Kogoya Biang Kerok Penyerangan yang Tewaskan Tujuh Pekerja Tambang Tradisional

 

Salah satu kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

 
JawaPos.com - Polda Papua masih menangani kasus penyerangan kepada penambang tradisional di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo. Korban tewas pun bertambah kembali.
 
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, penyerangan ini diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Asbak Koranue, yang juga merupakan bagian dari Kelompok Egianus Kogoya. Saat ini Satgas Ops Damai Cartenz telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyisiran dan mencari keberadaan para korban. 
 
"Penyerangan yang terjadi kemarin benar adanya dan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Asbak Koranue yang juga merupakan bagian dari Kelompok Egianus Kogoya," kata Benny dalam keterangan tertulis, Rabu (18/10).
 
Penyerangan tersebut juga menyebabkan beberapa alat berat hangus terbakar, termasuk 3 unit excavator, 2 unit truk, dan 1 camp. Informasi ini diperoleh dari saksi-saksi yang berhasil dievakuasi ke Polres Yahukimo.
 
Meski aparat keamanan sempat menghadapi gangguan tembakan yang memicu kontak tembak dengan KKB, mereka berhasil mengevakuasi 7 jenazah. Para korban teridentifikasi sebagai Udin, Maun, Ardi, Hendra, Anju, Appe, dan Siger. 
 
 
Sementara itu, beberapa pendulang berhasil diselamatkan. Yakni Abdul, 53; Renaldi, 28; Hermudin, 42; Bebeng, 41; Markus, 35; Ahmad, 21; dan Holden, 48.
 
"Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri bersama Ops Damai Cartenz telah melaksanakan rapat tertutup guna membahas langkah-langkah penindakan hukum terhadap para pelaku," ucap Benny.
 
Sebelumnya, kelompok pekerja tambang tradisional diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Insiden tragis ini terjadi di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo pada Senin (16/10), sekitar pukul 14.30 WIT. 
 
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan, penyerangan tersebut menewaskan lima orang pekerja tambang. Petugas telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu dalam pengambilan keputusan tegas melalui proses penegakan hukum.
 
"Terkait hal ini, kami sedang dalam proses pendalaman dengan mendekati para tokoh masyarakat untuk memastikan kondisi para korban," kata Mathius dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10).
 
Mathius menekankan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan bersenjata yang terjadi di Papua. Namun, dalam mengambil tindakan tegas, mereka berusaha untuk merencanakannya dengan matang agar tidak menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
 
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore