Busyro Muqoddas. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Busyro Muqqodas angkat bicara terkait kasus dugaan pemerasan Ketua KPK Firli Bahuri, terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Busyro menilai kasus dugaan pemerasan ini merupakan bagian dari skenario besar melumpuhkan KPK.
Busyro mengatakan, kasus ini tidak bisa dipandang dari kacamata khusus bahwa Firli diduga memeras SYL. ”Tapi, perli dipandangan dengan kacamata yang luas bahwa kasus ini merupakan bagian dari skenario besar,” paparnya kepada Jawa Pos (9/10).
Menurut Busyro, sejak 2008, KPK itu masuk ke wilayah super sensitif. Yakni, pajak, migas pertambangan dan pertanian. ”KPK masuk dengan pencegahan dan penindakan yang integrative, sehingga mendapatkan gambaran peta korupsi pada ketiga sektor super sensitive,” jelasnya.
Ada tiga kasus yang menjadi simbol dari ketiga sektor. Kasus Gayus di perpajakan, kasus Lutfi Hasan Ishaq di pertanian dan peternakan serta skandal izin usaha tambang di 12 provinsi. ”Dibalik semua kasus ini ternyata ada pemodal-pemodal yang minoritas, tapi bersifat tirani,” paparnya.
Mereka adalah juga pemodal-pemodal pemilu. Yang khawatir pencegahan dan penindakan KPK yang independen. ”Siapa yang bisa membantah kalau pemilu kita ini berbasis suap, sejak 2004 hingga sekarang ini,” jelasnya.
Dia menuturkan, Firli ini tidak terlepas dari upaya untuk meremukkan KPK. Membuat komisi antirasuah stroke dan bahkan stroke total dengan revisi undang-undang KPK menjadi UU 19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
”Ditambah dengan tes wawasan kebangsaan dan isu taliban untuk menyingkirkan pegawai militan. Semua ini terjadi di era Presiden Jokowi, satu-satunya presiden yang melumpuhkan KPK. Di masa SBY juga terjadi, tapi gagal karena dukungan masyarakat luas,” tuturnya.
Kasus Firli yang diduga memeras SYL ini adalah buah dari berbagai upaya melumpuhkan KPK. Maka, ini adalah momentum emas untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperbaiki KPK. ”Serta menyelamatkan pegawai-pegawai yang berkualitas dan militan tapi, ditekan pimpinan yang jebol moralnya,” jelasnya.
Menurutnya, Kapolri dan jajarannya harus segera menetapkan Firli sebagai tersangka. Sebab, sudah terang benerang bukti pelanggaran pidana tersebut dengan foto yang beredar. ”Kalau tidak diambil, momentum emas ini bisa hilang,” terangnya.
Dengan menegakkan hukum dalam kasus dugaan pemerasan oleh ketua KPK ini, Polri akan kembali mendapatkan kepercayaan publik. Serta, akan mempercepat peningkatan eskalasi profesionalisme di tubuh Korps Bhayangkara.”Tentunya Kapolri tidak ingin kehilangan kepercayaan publik bukan,” jelasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
