
BARANG HARAM: Petugas merapikan barang bukti setelah pengungkapan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/10).
JawaPos.com – Bareskrim kembali menyita aset gembong narkotika terbesar di Indonesia, Fredy Pratama. Kali ini senilai Rp 75,6 miliar. Bersamaan dengan itu, Bareskrim juga berhasil membongkar empat kasus narkotika menonjol.
Kasatgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan, terkait Fredy Pratama, setelah 39 tersangka ditangkap, kini kembali ditangkap lima orang tersangka lain yang terlibat jaringan penjahat yang masih buron tersebut. ”Total menjadi 44 orang tersangka jaringan Fredy (yang berhasil diringkus),” paparnya.
Dia menyebutkan, masih ada dua buron atau orang yang masuk daftar pencarian orang: TH dan N. ”Kalau untuk TH ini pengelola keuangan dan aset dari FP. Untuk N merupakan bandar wilayah Sulawesi,” jelasnya.
Untuk Fredy, hingga saat ini, sesuai data perlintasan masih diketahui berada di Thailand. ”Kami masih berupaya mengejar FP dengan bekerja sama dengan semua negara Interpol,” paparnya.
Petugas juga berupaya mengejar aset jaringan Fredy. Setelah menyita Rp 273,4 miliar beberapa waktu lalu, yang terbaru kembali disita aset Rp 75,6 miliar. ”Ini aset bergerak dan tidak bergerak,” terangnya.
Aset tersebut terdiri dari 20 unit tanah bangunan senilai Rp 44 miliar, uang tunai senilai Rp 22 miliar, kendaraan senilai Rp 7,8 miliar, dan perhiasan senilai Rp 1,8 miliar. ”Uang tunainya ini menjadi barang bukti,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika (Dirtipid Narkotika) Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa mengungkapkan, saat ini jaringan Fredy terus dipetakan. Yang terbaru, diketahui bahwa Zul Zivilia atau Zulkifli, vokalis band Zivilia, yang tengah menjalani hukuman penjara ternyata terhubung dengan Fredy. ”Jaringan Zul ini beli barang dari Fredy,” tuturnya.
Asep menambahkan, selain kasus Fredy, petugas juga membongkar empat kasus narkotika menonjol. Dengan jumlah barang bukti yang disita mencapai 320,6 kg sabu-sabu dan 335 ribu butir ekstasi. ”Ada modus baru dengan menyamarkan menjadi makanan hewan dan disimpan di atap kendaraan roda empat,” ungkapnya. (idr/c17/ttg)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
