Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2023 | 15.15 WIB

Meski 2 Laporan Polisi Dicabut, Polri Pastikan Kasus Panji Gumilang Tetap Berjalan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan Pimpinan ponpes Al-Zaitun Panji Gumilang di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023). - Image

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan Pimpinan ponpes Al-Zaitun Panji Gumilang di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

JawaPos.com - Polri mengkonfirmasi dua laporan polisi kasus penistaan agama pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah dicabut. Awalnya pihak Panji mengklaim ada tiga laporan polisi yang dicabut.

"Terkait laporan polisi terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara PG. Benar ada 2 surat pencabutan laporan dari saudara KS dan saudara MIT," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (21/9).

Meski begitu, Polri memastikan proses hukum kepada Panji tetap berjalan. Pasalnya, kasus tersebut bukan delik aduan sehingga tak masuk kategori yang bisa diselesaikan dengan restoratif justice.

"Kasus ini bukan merupakan kategori kasus yang dapat diselesaikan secara restorative justice," ucapnya.

Atas dasar itu, penyidik tetap melanjutkan proses pemberkasan untuk segera diserahkan kepada jaksa. "Kasus ini tetap diproses dan hari ini penyidik Dirtipidum Bareskrim telah mengirim kembali berkas perkara ke JPU setelah melengkapi P19 sesuai petunjuk JPU," pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menetapkan pimpinan pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang sebagai tersangka kasus penodaan agama. Dia ditetapkan tersangka usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam.

"Hasil dalam proses gelar perkara, semua mengayatakan, sepakat, untuk menaikan saudara PG sebagai tersangka," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).

Penydik pun memutuskan mengenakan penahanan kepada Panji. Kini dia tengah menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Penyidik langsung memberikan surat perintah penangkapan disertai penetapan sebagai tersangka. Saat ini saudara PG menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka," jelas Djuhandhani.

Panji diduga melanggar pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman 10 tahun penjara. Pasal 45 A ayat (3) junto pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman 6 tahun penjara. Kemudian pasal 156 A KUHP tentang penodaan agama, dengan ancaman 5 tahun.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore