
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya Benny Mamoto bersama anggota tim di Intan Jaya, Papua. Humas Kemenko Polhukam/Antara
JawaPos.com - Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Benny Mamoto membantah jika ada saksi mata yang melihat langsung proses pembunuhan pendeta Yeremia Zanambani. Hasil investigas di lapangan menemukan fakta, jika saksi di lokasi hanya melihat jenazah pendeta sudah tewas.
"Sejauh ini belum ada saksi mata yang lihat langsung kejadian. Yang ada adalah pasca kejadian ketika sang istri nunggu suami nggak pulang-pulang, akhirnyaa cek ke kandang babi ditemukan kondisi itu," kata Benny di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/10).
Ia menyampaikan, TGPF sudah mengajak langsung istri korban ke lokasi penemuan mayat. Di sana istri menjelaskan apa yang dilihat saat peristiwa. Kepada TGPF istri juga membeberkan pesan terakhir dari suaminya.
Pihak keluarga bahkan menceritakan tindak lanjut yang dilakukan setelah jenazah pendeta ditemukan, hingga proses pemakaman. Hasilnya tidak ada satupun saksi yang melihat langsung proses pembunuhan.
"Tugas tim sangat terbatas waktunya, sehingga kami maksimalkan olah TKP yang 2 anggota (TNI) jadi korban, kemudian TKP pendeta Yeremia, kemudian juga kami datang ke makam almarhum, ke kediaman almarhum," jelas Benny.
Kendati demikian, Benny menyebut temuan TGPF bukanlah kesimpulan akhir. Sebab, data yang diperoleh akan ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum. Sehingga masih ada kemungkinan ditemukan fakta baru.
Baca juga: Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya Diumumkan Lusa
"Kita tidak tahu nanti perkembangan berikutnya. Karena kita juga setelah membangun trust dengan keluarga dan tokoh-tokoh setempat, mereka sepakat ingin beri info seandainya ada perkembangan," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menerima laporan resmi hasil investigas Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya. Berkas diserahkan langsung oleh Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (21/10).
Mahfud mengatakan, hasil investasi tersebut menemukan dugaan keterlibatan aparat dalam tewasnya pendeta di Intan Jaya. Namun, ada kemungkinan pula korban dibunuh oleh pihak lain.
"Mengenai terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani pada tanggal 19 September 2020, informasi dan fakta-fakta yang didapatkan tim di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat. Meskipun ada juga kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga," kata Mahfud.
Sementara itu, terkait tewasnya 2 prajurit TNI Serka Sahlan 0ada 17 September 2020 dan Pratu Dwi Akbar Utomo 2 hari setelahnya diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). "Demikian pula terbunuhnya seorang warga sipil atas nama Badawi pada tanggal 17 September 2020," imbuh Mahfud.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=KI6kQBiSB1A&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
