
Mantan istri Direktur Utama (Dirut) PT. Taspen Antonis Nicholas Sthepanus (ANS) Kosasih, Rina Lauwy usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (1/9).
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengakui pihaknya tengah mengusut dugaan korupsi di PT. Taspen. Alex menyebut, dugaan korupsi itu berkaitan masalah asuransi di PT. Taspen.
"Biasanya kalau Taspen atau perusahaan asuransi itu terkait asuransi," kata Alex di Gedung ACLC KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (5/9).
Hal ini diketahui, usai KPK memeriksa mantan istri Direktur Utama (Dirut) PT. Taspen Antonius Nicholas Sthepanus (ANS) Kosasih, Rina Lauwy, pada Jumat (1/9). Alex menyebut, pihaknya mendalami terkait adanya dugaan korupsi asuransi uang pensiun di PT Taspen.
"Ya kalau pensiunan Taspen itu kan uang pensiun semua, kan gitu kan," ucap Alex.
Meski demikian, Alex belum bisa menjelaskan secara rinci terkait adanya peristiwa dugaan korupsi di PT Taspen. Sebab, saat ini KPK masih melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus tersebut.
Sebelumnya, mantan istri Direktur Utama (Dirut) PT. Taspen Antonis Nicholas Sthepanus (ANS) Kosasih, Rina Lauwy mengaku kehadirannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memenuhi panggilan klarifikasi. Disinyalir, KPK tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi di PT. Taspen.
"Jadi tadi saya sebagai warga negara yang baik, saya hadir di KPK memenuhi undangan dari KPK untuk menjawab beberapa pertanyaan dan membuat klarifikasi mengenai ada pemeriksaan tindak dugaan korupsi di PT. Taspen periode 2018-2022," ungkap Rina usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (1/9).
"Jadi, tujuan saya hari ini datang ke sini untuk memenuhi panggilan tersebut," sambungnya.
Rina mengaku, dirinya ditelisik KPK soal peran mantan suaminya ANS Kosasih saat menjabat Direktur Investasi PT. Taspen pada periode 2018-2022.
"Memang yang diperiksa adalah periode 2018-2022, di mana Pak Kosasih sudah masuk ke dalam PT. Taspen yang saat itu sudah menjabat sebagai Direktur Investasi, kemudian jadi Dirut," ungkap Rina.
Rina mengungkapkan, KPK belum menetapkan tersangka dalam panggilan pemeriksaan terhadapnya. Ia menyebut, lembaga antirasuah masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi di PT. Taspen. "Nggak ada, masih penyelidikan," pungkas Rina

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
