Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2020 | 23.46 WIB

KPK Dinilai Jeblok Hanya Tangani 6 Kasus Selama Semester I

Ilustrasi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). - Image

Ilustrasi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan, selama semester I, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya berhasil menangani enam kasus korupsi. Padahal dalam semester I, KPK mempunyai target dapat menangani sedikitnya 120 kasus korupsi.

"Realisasinya ini hanya enam kasus dari 120 kasus korupsi yang menjadi target selama satu tahun," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah dalam diskusi daring, Selasa (29/9).

Wana menyebut, seharusnya dari target yang di inginkan 120 kasus, KPK dapat menangani 60 kasus. Menurutnya, kinerja penindakan KPK dibawah komando Firli Bahuri dinilai sangat mengalami penurunan.

"KPK sekarang bukan seperti KPK yang lama (prestasi pada bidang penindakan)," ucap Wana.

Baca juga: Era Firli Bahuri, KPK Buka Penyidikan 160 Perkara

Wana pun menyoroti, dari enam kasus tersebut hanya tiga perkara baru. Dua diantaranya dari operasi tangkap tangan (OTT) seperti kasus dugaan suap proses pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI dan perkara dugaan sual Bupati Sidoarjo.

Kemudian, satu perkara dari prosea penyelidikan yakni terkait korupsi penjualan PT Dirgantara Indonesia. Dia menyebut, tiga perkara lainnya yang ditangani KPK merupakan kasus pengembangan.

Selain itu, Wana menyebut dari enam perkara yang ditangani KPK, tidak ada jeratan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Padahal, KPK seharusnya dapat menerapkan TPPU untuk membuat efek jera para pelaku korupsi.

"Berkaitan dengan pencucian uang, dari enam kasus ini sama sekali tidak ada pasal pencucian uang yang dilakukan oleh KPK," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menegaskan, KPK tetap bekerja dalam situasi di tengah wabah Covid-19. Melalui tiga pendekatan yakni, penindakan, pencegahan dan edukasi.

"Kami tetap bekerja dan berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara," tegas Ghufron.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KqF-kZ1Er9I

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore