Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 September 2023 | 14.46 WIB

Viral Praka RM Disebut Pernah Menculik Warga di Bekasi, TNI Bilang Begini

 
 

Praka Riswandi Manik

 
JawaPos.com - Viral sebuah video CCTV yang memperlihatkan peristiwa dugaan penculikan seseorang di Bekasi, Jawa Barat. Video itu dinarasikan bahwa penculikan dilakukan oleh Praka Riswandi Manik alias Praka RM, dua bulan sebelum terjadinya penculikan Imam Masykur. 
 
Dalam video itu terlihat seorang pria yang disebut Praka RM mendatangi sebuah toko memakai jaket dan topi hitam. Wajahnya ditutup menggunakan masker. 
 
Dia kemudian masuk paksa ke toko dan berusaha membawa seorang pria. Dalam video, pria yang dinarasikan sebagai Praka RM itu pun dibantu oleh beberapa orang.
 
Terkait kabar viral ini, Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari enggan meresponnya. "Silakan dikonfirmasi ke pemilik akun dulu," kata Hamim.
 
Menurut dia, Pomdam Jaya Jayakarta fokus pada penyelesaian kasus penculikan yang berujung tewasnya Imam Masykur. "Kami fokus pada masalah yang terjadi kemarin, kalau nanti dalam prosesnya ditemukan fakta-fakta baru, akan dikembangkan," jelasnya. 
 
Sebelumnya, seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Imam Masykur, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia. Korban diculik dan dianiaya sejumlah oknum militer.
 
Akun media sosial X (dulu Twitter) bernama @Aceh mengungkapkan, oknum tersebut terdiri atas 3 orang TNI yaitu 1 dari Paspampres dan 2 orang lagi anggota TNI.
 
 
Berdasar informasi dari akun tersebut, kejadian bermula saat korban dilaporkan menghilang dan diduga diculik pada 12 Agustus di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Setelah itu, keluarga korban mengaku masih menerima telepon dari korban. Saat itu korban menyebutkan sedang dianiaya pelaku yang menjemputnya secara paksa. Para pelaku juga mengirimkan pada keluarga korban video penyiksaan yang akhirnya saat ini viral di media sosial.
 
Video pertama memperlihatkan korban dipukul berulang kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul. Saat yang bersamaan pelaku mengancam pihak keluarga untuk segera mentransfer uang tebusan Rp 50 juta. Pelaku tersebut juga mengatakan apabila uangnya tidak segera dikirimkan, korban akan dihabisi kemudian dibuang ke sungai.
 
Di video lain terlihat punggung korban yang sudah dipenuhi luka lebam dan berdarah. Korban juga diketahui menelepon temannya guna meminta bantuan agar dapat meminjamkan sejumlah uang sesuai permintaan pelaku. Dia mengaku sudah tidak kuat disiksa lagi.
 
Setelah itu, korban tidak dapat dihubungi dan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya pihak keluarga yang diwakili Said Sulaiman melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus.
 
Namun setelah berhari-hari tidak ada kabar dari korban, baru pada 24 Agustus pihak keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat guna menjemput Imam Masykur yang telah meninggal.
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore