
Korban penculikan dan pembunuhan Imam Masykur, dikenal sebagai orang baik dan rajin salat.
JawaPos.com - Imam Masykur yang diculik, diperas, dan disiksa oleh Riswandi Manik dkk bukanlah orang kaya atau orang berduit. Fakta tersebut diungkap Said Sulaiman yang merupakan kakak sepupunya.
Dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), Sulaiman menceritakan, Imam sampai saat ini masih bujang, alias belum berkeluarga. Adik sepupunya itu mulai merantu di Ciputat, Tangsel, sejak Januari 2023. Jika Imam dari keluarga yang mampu secara ekonomi, korban pasti memiliki tempat tinggal sendiri. Nyatanya tidak. Selama di Ciputat, Imam hidup menumpang di rumah Sulaiman.
Toko kosmetik tempat Imam berada saat diculik ternyata juga bukan milik Imam sendiri. Itu adalah toko milik Sulaiman. Di toko itu, Imam dipekerjakan Sulaiman untuk menjaga toko di kawasan Rempoa itu. Sementara Sulaiman, menjaga toko kosmetik miliknya yang lain, yang masih di kawasan Rempoa.
Sulaiman menceritakan, usai diculik, dirinya langsung menelepon nomor adik iparnya itu. Beberapa kali ditelepon, tapi tetap tidak tersambung alias tidak aktif. Baru pada malam harinya Sulaiman mendapat telepon dari nomor Imam Masykur.
Kepada Sulaiman, Imam mengaku diculik dan mendapatkan penyiksaan dari para pelaku. Sempat ditanya dimana lokasinya saat itu oleh Sulaiman. Tapi, Imam tidak menjawab. Saat itu, Sulaiman hanya mendengar Imam yang berkata-kata dengan terbata-bata dan terus menangis.
Kepada Sulaiman, Imam meminta tolong agar dibantu untuk mencarikan uang Rp 50 juta. Uang itu diminta oleh para pelaku penculikan dan penyiksaan dirinya sebagai tebusan. Imam juga berjanji akan mengembalikan uang tersebut kepada Sulaiman suatu saat nanti ketika pulang kembali ke Aceh.
Sulaiman menyanggupi permintaan Imam dengan mencarikan Rp 50 juta sesuai yang diminta para penculik. Di sela komunikasi itu, Imam juga meminta Sulaiman agar uang tersebut bisa secepatnya disediakan. Sebab, kata Imam kepada Sulaiman, waktunya tinggal sedikit dan ia akan dibunuh oleh para penculik.
Akan tetapi, uang Rp 50 juta itu bukan uang yang sedikit bagi Sulaiman. Apalagi, pastinya, bagi Imam dan keluarganya. Setelah komunikasi tersebut, ibunda Imam Masykur di Aceh, Fauziah, menelepon Sulaiman esok harinya. Fauziah bertanya kepada Sulaiman apakah benar kabar bahwa anaknya diculik orang tidak dikenal.
Ternyata, sebelum menelepon Sulaiman, Fauziah sempat mendapat telepon dari Imam Masykur. Dalam sambungan telepon itu, Imam bercerita kepada ibunya sambil terus menangis. Kepada ibunya, Imam meminta tolong dicarikan uang Rp50 juta sesuai permintaan Praka Riswandi Manik Cs.
Imam juga mengaku kepada ibunya bahwa dirinya sudah tidak tahan lagi dan sangat kesakitan karena terus mengalami penyiksaan. Setelah berbicara dengan Imam, para pelaku kemudian yang mengambil alih telepon korban.
Pelaku, entah siapa, kemudian yang berbicara langsung kepada Fauziah. Kepada Fauziah, pelaku memerintahkan agar secepatnya menyediakan uang Rp 50 juta sebagai tebusan Imam. Jika uang yang diminta itu tidak ada, maka Imam akan dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut.
Akan tetapi, uang yang tidak sedikit itu tidak bisa didapat setelah berhari-hari berusaha. Wajar saja, Imam dan keluarganya bukan orang kaya atau orang berduit. Uang Rp 50 juta itu uang yang sangat besar. Apalagi jika harus didapatkan dalam waktu yang sangat cepat.
Sampai akhirnya pihak keluarga mendapat kabar adanya penemuan mayat yang ditemukan sudah membusuk di sungai di Karawang. Setelah dikirim ke RSPAD Gatot Subroto, diketahui bahwa mayat tersebut tidak lain adalah Imam Masykur, korban penculikan dan penyiksaan Praka Riswandi Manik dkk. Jadi, kenapa Praka Riswandi Manik dkk memilih Imam Masykur untuk diculik, disiksa dan diperas meski korban bukan orang kaya?

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
