Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 02.01 WIB

Polisi Sebut Jelek Waker Dalang Penembakan Pendeta di Intan Jaya

Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ahmad Kamal. Evarukdijati/Antara - Image

Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ahmad Kamal. Evarukdijati/Antara

JawaPos.com–Polda Papua menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Jelek Waker merupakan dalang penembakan terhadap Pdt Yeremia Zanambani di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ahmad Kamal mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Jelek Waker diduga menjadi dalang berbagai insiden penembakan dan penyerangan kepada anggota TNI dan warga sipil. Termasuk penembakan terhadap Pdt Zanambani.

Dia menjelaskan, KKB pimpinan Waker berupaya memancing anggota TNI-Polri. Namun, di kawasan itu hanya ada anggota TNI yang bertugas di Koramil persiapan Hipadipa.

”Jadi tidak benar Pdt Yeremia yang ditemukan meninggal di Kampung Bomba, Distrik Hipadipa, ditembak aparat,” tegas Kamal.

Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan olah TKP untuk memastikan kasus penembakan tersebut.


Seentara itu, Kapolsek Sugapa Ipda Engel Mayor sudah bertemu dengan Ketua Klasis GKII Sugapa Pdt Timotius Miagoni. Pertemuan tersebut ingin memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait meninggalnya Pdt Yeremia Zanambani akibat tertembak. Beberapa hari terakhir, terjadi aksi penembakan dan penyerangan terhadap warga sipil dan anggota TNI hingga menewaskan empat orang. Dua di antaranya anggota TNI.

Karena itu, diharapkan warga khususnya tokoh agama untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah apalagi pada malam hari mengingat intensitas kekerasan yang dilakukan KKB beberapa hari ini meningkat.

”TNI/Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan kepolisian, seperti melakukan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dan meminta dukungan seluruh warga sehingga kita dapat hidup dengan nyaman tanpa gangguan dari kelompok yang tidak menginginkan daerah ini aman,” kata Kamal.

Kamal menjelaskan, Ketua GKII Sugapa Pdt Timotius Miagoni menyampaikan kabar dari keluarga melalui telepon bahwa Pdt Yeremia Zanambani tertembak dan meninggal dunia. Dari keterangan yang didapat saat itu, almarhum bersama istri ke kandang ternak (babi) untuk memberi makan. Istrinya kembali ke rumah lebih dulu. Namun, hingga pukul 19.00 WIT, korban tidak kembali ke rumah sehingga istri korban mencari ke kandang ternak di Kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia.

Kabidhumas Polda Papua mengatakan rentetan kasus yang menimbulkan korban, baik anggota TNI maupun warga sipil di Kabupaten Intan Jaya itu dilakukan KKB menjelang Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Diharapkan masyarakat tidak terprovokasi dengan fitnah yang disebar melalui media sosial yang menyudutkan TNI-Polri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=MG3HPZ6oQK4

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore