Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2020 | 14.10 WIB

LPSK Dampingi Saksi Penembakan Mahasiswa UHO Dalam Sidang

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra, menuntut penetapan tersangka penembakan dua mahasiswa UHO Muhammad Yusuf Qardawi dan Randi beberapa waktu lalu. Harianto/Anta - Image

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra, menuntut penetapan tersangka penembakan dua mahasiswa UHO Muhammad Yusuf Qardawi dan Randi beberapa waktu lalu. Harianto/Anta

JawaPos.com–Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi dua dari tiga saksi yang memberikan keterangan pada sidang kasus penembakan terhadap dua mahasiswa Universitas Halu Oleo I Randi dan M. Yusuf Kardawi.

Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution seperti dilansir dari Antara mengatakan, LPSK mengawal para saksi yang menjadi terlindung dalam setiap tahap proses peradilan pidana. Termasuk, pada persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar secara virtual.
”Pemberian kesaksian melalui virtual, tetapi LPSK tetap memastikan keamanan dan kenyamanan mereka bersaksi,” ucap Nasution.

Dengan perlindungan LPSK, diharapkan proses persidangan perkara tewasnya dua mahasiswa UHO saat berdemonstrasi September 2019 dapat terungkap. Para saksi yang merupakan terlindung LPSK adalah IM dan Z, seorang saksi lainnya yang memberikan keterangan berinisial AA.

Para saksi, lanjut Nasution, memberikan keterangan melalui video konferensi dari ruang Aula Kejari Kendari, sementara persidangan dengan terdakwa Abdul Malik tersebut diselenggarakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Salah satu keterangan saksi yang mendapat perhatian adalah menurut kesaksian saksi Z, pada saat BAP yang kedua, dia merasa ditekan dan diarahkan untuk menunjuk salah satu foto dari beberapa foto yang diperlihatkan. Selain itu, Z juga menyatakan tidak begitu jelas melihat ciri-ciri orang yang memegang senjata. Hanya saja dia yakin orang yang memegang senjata tidak memakai seragam polisi. Selain menceritakan peristiwa kematian Randi, Z juga menerangkan dia melihat sosok tubuh Yusuf tergeletak di depan gerbang kantor Disnakertrans Sultra.

Sebagaimana diketahui, Randi diduga tertembak saat berdemonstrasi di depan gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis 29 September 2019. Di tubuhnya ditemukan luka bekas tembakan di bagian dada. Sementara Yusuf juga harus kehilangan nyawanya saat berada di lokasi aksi dengan luka di bagian kepala.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=s33I5iQoL_M

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore