
EVAKUASI: Tim gabungan terdiri atas Ditpolairud Polda Kepri, Lanal Batam, KPLP, Bakamla Kepri, dan Kanwil DJBC Khusu Kepri mengevakuasi jenazah Hasan Afriandi dari kapal berbendera Tiongkok, Lu Huang Yuan Yu 118 (8/7). (IMAN WACHYUDI/BATAM POS)
JawaPos.com – Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) IV Tanjungpinang mengamankan dua kapal ikan asing (KIA). Yakni, KIA Lu Huang Yuan Yu 117 dan KIA Lu Huang Yuan Yu 118. Dari salah satu kapal tersebut, petugas mendapati jenazah seorang WNI berinisial HA yang diduga menjadi korban dugaan tindak kekerasan di atas kapal asal Tiongkok tersebut.
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto menjelaskan, penangkapan dua kapal tersebut pada Rabu (8/7) dilakukan setelah ada informasi kapal berbendera Tiongkok yang memuat jenazah seorang WNI. ”Menindaklanjuti informasi tersebut, dibentuk tim gabungan (untuk mengejar),” terang dia kemarin (9/7).
Tim itu terdiri atas TNI-AL, Polri, Bakamla, bea cukai, dan KPLP. KIA Lu Huang Yuan Yu 118 terdeteksi tim gabungan saat melintas di perairan Pulau Nipa. Laju kapal ikan itu dihentikan setelah tim gabungan menyekat jalur pelayarannya. ”Dilakukan pemeriksaan oleh (personel) KRI Bubara-868,” kata Indarto.
Selain itu, Patroli Keamanan Laut Combat Boat 58 dan kapal patroli KPLP P.115 KN Kalimasadha ikut ambil bagian. Berdasar pemeriksaan, petugas melaporkan bahwa telah ditemukan jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). ”Yang diperkirakan meninggal sejak Senin (6/7),” beber Indarto.
Perwira tinggi bintang satu TNI-AL itu menyatakan, ada dugaan WNI tersebut meninggal karena penganiayaan. ”Diduga karena tindakan kekerasan,” ujarnya. Saat ini dua kapal asing itu berada di markas Pangkalan TNI-AL (Lanal) Batam. ”Untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah dia.
Selain dugaan penganiayaan, aparat penegak hukum mencium praktik human trafficking atau perdagangan manusia.
Sementara itu, berdasar informasi yang diperoleh Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, korban meninggal tersebut bernama Hasan Afriandi (Yadi). Korban berasal dari Lampung. Semula, dia bekerja di kapal Lu Huang Yuan Yu 117. Kemudian dipindahkan ke kapal Lu Huang Yuan Yu 118.
Koordinator Nasional DFW Indonesia Moh. Abdi Suhufan menjelaskan, total ada 12 ABK berkewarganegaraan Indonesia di kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Mereka direkrut melalui tiga agen pemberangkatan ABK di Indonesia. ”PT MTB, PT DMI, dan PT MJM,” beber Abdi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=OFdFLNRMpKk
https://www.youtube.com/watch?v=m18u_GdhvAc
https://www.youtube.com/watch?v=WrXe3krii-s

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
