Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2020 | 23.11 WIB

TNI-AL Bersama Tim Gabungan Temukan WNI Tewas di Kapal Tiongkok

EVAKUASI: Tim gabungan terdiri atas Ditpolairud Polda Kepri, Lanal Batam, KPLP, Bakamla Kepri, dan Kanwil DJBC Khusu Kepri mengevakuasi jenazah Hasan Afriandi dari kapal berbendera Tiongkok, Lu Huang Yuan Yu 118 (8/7). (IMAN WACHYUDI/BATAM POS) - Image

EVAKUASI: Tim gabungan terdiri atas Ditpolairud Polda Kepri, Lanal Batam, KPLP, Bakamla Kepri, dan Kanwil DJBC Khusu Kepri mengevakuasi jenazah Hasan Afriandi dari kapal berbendera Tiongkok, Lu Huang Yuan Yu 118 (8/7). (IMAN WACHYUDI/BATAM POS)

JawaPos.com – Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) IV Tanjungpinang mengamankan dua kapal ikan asing (KIA). Yakni, KIA Lu Huang Yuan Yu 117 dan KIA Lu Huang Yuan Yu 118. Dari salah satu kapal tersebut, petugas mendapati jenazah seorang WNI berinisial HA yang diduga menjadi korban dugaan tindak kekerasan di atas kapal asal Tiongkok tersebut.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto menjelaskan, penangkapan dua kapal tersebut pada Rabu (8/7) dilakukan setelah ada informasi kapal berbendera Tiongkok yang memuat jenazah seorang WNI. ”Menindaklanjuti informasi tersebut, dibentuk tim gabungan (untuk mengejar),” terang dia kemarin (9/7).

Tim itu terdiri atas TNI-AL, Polri, Bakamla, bea cukai, dan KPLP. KIA Lu Huang Yuan Yu 118 terdeteksi tim gabungan saat melintas di perairan Pulau Nipa. Laju kapal ikan itu dihentikan setelah tim gabungan menyekat jalur pelayarannya. ”Dilakukan pemeriksaan oleh (personel) KRI Bubara-868,” kata Indarto.

Selain itu, Patroli Keamanan Laut Combat Boat 58 dan kapal patroli KPLP P.115 KN Kalimasadha ikut ambil bagian. Berdasar pemeriksaan, petugas melaporkan bahwa telah ditemukan jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). ”Yang diperkirakan meninggal sejak Senin (6/7),” beber Indarto.

Perwira tinggi bintang satu TNI-AL itu menyatakan, ada dugaan WNI tersebut meninggal karena penganiayaan. ”Diduga karena tindakan kekerasan,” ujarnya. Saat ini dua kapal asing itu berada di markas Pangkalan TNI-AL (Lanal) Batam. ”Untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah dia.

Selain dugaan penganiayaan, aparat penegak hukum mencium praktik human trafficking atau perdagangan manusia.

Sementara itu, berdasar informasi yang diperoleh Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, korban meninggal tersebut bernama Hasan Afriandi (Yadi). Korban berasal dari Lampung. Semula, dia bekerja di kapal Lu Huang Yuan Yu 117. Kemudian dipindahkan ke kapal Lu Huang Yuan Yu 118.

Koordinator Nasional DFW Indonesia Moh. Abdi Suhufan menjelaskan, total ada 12 ABK berkewarganegaraan Indonesia di kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Mereka direkrut melalui tiga agen pemberangkatan ABK di Indonesia. ”PT MTB, PT DMI, dan PT MJM,” beber Abdi.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=OFdFLNRMpKk

 

https://www.youtube.com/watch?v=m18u_GdhvAc

 

https://www.youtube.com/watch?v=WrXe3krii-s

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore