Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Mei 2020 | 13.00 WIB

Empat Guru Tewas Tenggelam di Ogan Ilir saat Hendak Ziarah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Empat orang guru di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, tewas akibat perahu ketek yang ditumpangi tenggelam di Sungai Ujung Tanjung, Desa Tanjung Atap, saat hendak ziarah pada Selasa (26/5).

Kapolsek Tanjung Batu AKP Mujamik Harun seperti dilansir dari Antara mengatakan, empat guru yang tenggelam tersebut merupakan rombongan 12 orang dari Lembaga Pendidikan Nurul Yaqin yang berniat ziarah ke Makam Said Umar Bagindo Sari, tokoh agama setempat.

”Perahu tenggelam pukul 12.30 WIB. Informasinya perahu yang ditumpangi rombongan itu kelebihan kapasitas. Normalnya untuk tujuh orang tapi ditumpangi 13 orang,” ujar Mujamik Harun.

Empat orang meninggal yakni WA, (perempuan 31 tahun), R (perempuan 30 tahun), MAP (laki-laki 31 tahun) dan D (perempuan 28 tahun), sedangkan sembilan orang lain termasuk pengendali ketek selamat. Mereka sempat mendapat perawatan di Puskesmas setempat dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Kapolsek menjelaskan, kejadian berawal saat empat orang tersebut naik ke perahu milik warga bernama Zainal dari dermaga sungai. Namun, mesin perahu mati dan terpaksa didayung. Setibanya di Dermaga Desa Tanjung Atap, empat orang itu meminta Zainal menaikkan delapan rekannya yang sudah menunggu. Awalnya ditolak dengan alasan perahu tidak muat, Zainal justru menawarkan untuk mengangkut rombongan dua kali penyeberangan. ”Rombongan justru menolak dan tetap meminta diantarkan satu kali penyeberangan sekaligus,” ujar Mujamik Harun.

Akhirnya permintaan itu dipenuhi dengan kondisi perahu masih didayung karena mesin mati. Saat mesin menyala ketika perahu sudah berada di tengah sungai, naas tak lama setelah mesin menyala, perahu justru oleng dan terbalik hingga semua penumpang tercebur ke sungai. Warga setempat ramai-ramai menyelamatkan para korban.

”Sebenarnya penumpang bisa berenang, hanya saja kondisi di dalam sungai ada rumput-rumput yang kalau kaki digerakkan jadi makin lengket, orang setempat menyebutnya kumpi,” kata Mujamik Harun.

Jarak makam yang hendak dituju dari lokasi kejadian sekitar satu kilometer dan hanya bisa ditempuh menggunakan perahu. Para korban yang meninggal akan dikebumikan pada Rabu (27/5). Pihak kepolisian akan mendalami kejadian naas tersebut guna mengetahui ada tidaknya unsur kelalaian.



Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=D8jSgA6oArc

 

https://www.youtube.com/watch?v=7d5WddlAWRc

 

https://www.youtube.com/watch?v=P3UUT2J48Iw

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore