Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Agustus 2023 | 22.31 WIB

Body Check MUID Tak Sesuai Prosedur, Angelina Sondakh Anggap Suatu Kemunduran

PELAJARAN: Angelina Sondakh menjadi narasumber antikorupsi dalam siniar Novel Baswedan.


JawaPos.com - Setelah adanya laporan polisi dari salah satu finalis Miss Universe Indonesia terkait kasus pelecehan atau kekerasan seksual di Polda Metro Jaya, santer mengemuka dugaan body check yang dilakukan selama gelaran Miss Universe Indonesia (MUID) tidak sesuai prosedur.

Angelina Sondakh, Puteri Indonesia 2001,mengatakan kejadian tersebut merupakan suatu kemunduran yang besar bagi ajang kontes kecantikan di Tanah Air.

"Ini suatu kemunduran yang luar biasa karena beauty pageant yang diharapkan dapat meng-upgrade nilai perempuan, justru mengeksploitasi perempuan," kata Angelina Sondakh dalam sebuah video unggahannya di Instagram.

Mantan anggota DPR RI yang sempat tersangkut permasalahan hukum menganggap sudah sangat keterlaluan apabila memang benar para finalis tidak hanya dilakukan body check tidak sesuai prosedur. Tapi mereka juga dikatain apabila ada bagian tubuh finalis dianggap tidak ideal alias body shaming.

"Tidak hanya eksploitasi fisik, tapi ini mental pun kena," katanya lebih lanjut.

Baca Juga: LPSK Siap Berikan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Miss Universe Indonesia 2023

Saat mengikuti kontes kecantikan pada 2001 silam, Angelina Sondakh mengaku tidak mengalami body checking seperti dilakukan penyelenggara Miss Universe Indonesia di tahun ini.

Baca Juga: Gercep, Polisi Periksa CCTV Hotel Saat 30 Finalis Miss Universe Ditelanjangi

Kendati demikian, pihak penyelenggara memiliki kepentingan pada bagian tubuh peserta agar terlihat bersih dan mulus. Ada cara yang dilakukan pihak penyelenggara pada saat itu untuk mengetahui bagian tubuh peserta atau calon peserta dalam keadaan bersih atau tidak.

"Pada saat pendaftaran ditanyakan apa ada luka bakar, tato, atau stretchmark ? Jika jawabannya ada, maka otomatis akan gugur," ujar Angelina Sondakh.

Selain itu, untuk memvalidasi pengakuan para peserta, ada semacam perawatan spa diberikan oleh pihak penyelenggara. Terapis yang bertugas akan memastikan pada bagian tubuh peserta apakah ada tato, luka bakar, atau sejenisnya.

"Itu sekalian dilihat apakah jawaban pada formulir pendaftaran mengenai tidak ada luka bakar dan lain-lain, bisa terkonfirmasi atau tidak," jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore