JawaPos.com - Proses body checking terhadap 30 finalis Miss Universe Indonesia dilakukan di sebuah hotel di Jakarta pada 1 Agustus 2023 atau H-2 sebelum grand final. Momen ini membuat para finalis tidak nyaman, bahkan ada yang merasa tertekan.
Itu karena body checking diduga dilakukan tidak sesuai SOP. Selain meminta mereka untuk bertelanjang, body checking juga diduga dilakukan dengan adanya unsur pelecehan secara verbal terhadap para finalis.
Akibatnya, sejumlah finalis Miss Universe Indonesia mengalami trauma. Mereka merasa terhina atas perlakuan tak pantas selama dilakukan body checking. Termasuk ketika beberapa finalis difoto dalam keadaan telanjang.
"30 finalis dilecehkan dibuka bagian atasnya. Dari 30 ini,ada 5 orang finalis yang difoto. Yang paling merasa tertekan ya 5 orang ini. Mereka sangat khawatir fotonya tersebar. Tak enak makan, tak nyenyak tidur, menangis, bahkan ada yang sampai sakit," kata Sally Giovanny, Provincial Director Miss Universe Indonesia dari Bali kepada JawaPos.com.
Sally termasuk orang yang marah ketika mendapat curhatan dari salah satu finalis telah dilakukan body checking diduga tidak sesuai SOP dan ada beberapa finalis difoto telanjang. Dia mengaku mendapati informasi tersebut beberapa jam kemudian di hari yang sama.
Dia pun langsung bergerak cepat meminta foto-foto telanjang para finalis wajib dihapus. Hal itu rupanya disetujui sehingga dilakukanlah prosesi penghapusan di hadapan sejumlah finalis. Momen penghapusan itu diabadikan dalam bentuk video.
Sekalipun foto-foto finalis sudah dihapus, Sally tidak berani menjamin foto-foto itu sudah benar-benar lenyap. Sebab, dia tidak tahu pasti foto telanjang sejumlah finalis sudah dikirimkan ke siapa saja mengingat ada jeda waktu sekitar 5 jam sebelum akhirnya foto-foto itu dihapus.
"Harapannya jangan sampai foto-foto itu tersebar. Karena kita tidak tahu dalam 5 jam itu sudah disebar kemana saja. Wujud fotonya sudah dipotong-potong kan kita nggak tahu," tuturnya.
Selain itu, Sally Giovanny berharap kasus ini diadili lewat proses penegakan hukum. Kasusnya dilanjutkan sampai orang yang bersalah dijatuhi hukuman.
"Bisa ditindak tegas pelakunya, oknum yang terlibat. Karena ini melecehkan harga diri wanita. Ikut kontes kecantikan harusnya mengangkat harkat dan martabat, bukan malah direndahkan dan dilecehkan," tuturnya.