
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengusutan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan segera memasuki babak baru. Sebab, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri telah selesai bekerja dan menyusun laporan. Tak tanggung-tanggung, laporan tersebut setebal 1.670 halaman. Perinciannya, 170 halaman laporan dan 1.500 halaman lampiran.
Tim investigasi mengklaim memiliki temuan baru saat mengusut kasus itu. Namun, temuan tersebut baru disampaikan pekan depan setelah berkas laporan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Hendardi, anggota tim investigasi kasus Novel, menjelaskan bahwa tim bekerja enam bulan. Selama rentang waktu itu, dilakukan berbagai pendalaman kasus. Mulai reka ulang tempat kejadian perkara hingga penjelajahan dan pengembangan saksi. "Ada langkah-langkah untuk mencari saksi baru," ucapnya.
Tim juga telah melakukan investigasi di beberapa kota, antara lain Ambon, Malang, dan Kebumen. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran alibi orang yang diduga terlibat.
Menurut Hendardi, penyiraman air keras kepada Novel bukan perkara biasa. Kasus itu diduga melibatkan orang yang bisa dikategorikan politik. "Maksudnya, dari motifnya yang bisa jadi karena politik," ujarnya. Hal tersebut penting untuk diketahui tim. "Pendek kata, ini ada progres yang baik. Ada kemajuan atau temuan baru dalam investigasi," urainya.
Photo
Kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan memasuki babak baru. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Apakah tim investigasi sudah mengetahui aktor intelektual kasus itu? Hendardi tak mau menjawab secara detail. Dia hanya mengatakan, hal tersebut masuk dalam materi penyelidikan yang diungkap pekan depan. "Tunggu Kapolri yang akan menyampaikannya," tutur dia.
Hermawan Sulistyanto, anggota tim investigasi lainnya, menerangkan, saat pengusutan, semua yang pernah disebut dan dituduh diperiksa lagi oleh tim. "Jangan salah, kami periksa jenderal juga," paparnya. Jumlah pelaku dalam kasus itu, tambah Hermawan, juga banyak. Namun, dia belum mau menyebutkan secara jelas siapa saja yang terlibat.
Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal kembali mempertegas bahwa penyampaian detail kerja tim investigasi dilakukan selambatnya pekan depan. Yang pasti, memang ada temuan menarik. "Tapi, saya tidak bisa sebutkan," ujarnya.
Apakah temuan itu bisa digunakan untuk menetapkan tersangka? Iqbal tidak menjawabnya. "Minggu depan dong," kilahnya saat ditemui Jawa Pos di lobi gedung utama Mabes Polri kemarin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
