Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2023 | 23.25 WIB

Rocky Gerung Minta Maaf Usai Umpatkan Kata Bajingan yang Tolol ke Presiden Jokowi

Pengamat Politik Rocky Gerung memandang penting kehadiran lembaga pemantau internasional yang independen. Tujuannya untuk ikut mengawasi jalannya pemilu 2019. - Image

Pengamat Politik Rocky Gerung memandang penting kehadiran lembaga pemantau internasional yang independen. Tujuannya untuk ikut mengawasi jalannya pemilu 2019.

 
JawaPos.com - Pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan permintaan maaaf, usai mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan melontarkan kata bajingan yang tolol. Sebab, pernyataan itu telah membuat kegaduhan di tengah publik.
 
"Sekali lagi saya garis bawahi. Saya minta maaf, karena peristiwa itu membuat perselisihan ini makin menjadi-jadi itu, itu intinya tuh dan tentu ini berbahaya di dalam tahun-tahun politik," kata Rocky Gerung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8).
 
Meski mengaku membuat kegaduhan. Rocky menegaskan, dirinya tetap akan menjadi pengkritik kepada penguasa.
 
 
"Kenapa? karena di dalam kasus ini berbagai macam kepentingan ngincer untuk mengeksploitasi itu, tapi saya tidak akan berhenti menjadi pengkritik," tegas Rocky.
 
Sebab buntut dari pernyataannya, dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh berbagai pihak. Ia pun mengaku, mendapat banyak makian yang masuk ke WhatsApp pribadinya.
 
"Di WA group saya di maki-maki kalau itu biasa lah, saya anggap kadang kala itu akun abal-abal, lihat rok gua mau menggorok lu, seperti itu, bagaimana coba? Padahal saya sendirian, saya nggak punya partai politik. Di tuduh antek asing segala macam, asing dari mana?," ucap Rocky.
 
Menurut Rocky dirinya hanya ingin menghidupkan nilai-nilai demokrasi dari apa yang disampaikannya itu. "Sebagai orang bertahun-tahun berupaya untuk menghidupkan demokrasi, saya mesti terangkan, jadi mohon di mengerti, buat mereka yang sudah mengerti terima kasih," pungkas Rocky.
 
 
Adapun narasi pernyataan Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Jokowi yakni:
 
"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya dia akan jadi rakyat biasa, gak akan ada yang peduli nanti. Tapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacy nya, dia masih pergi ke China buat nawarin IKN," ucap Rocky.
 
"Dia masih mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya itu. Dia memikirkan nasibnya sendiri, dia tidak memikirkan nasib kita," sambungnya.
 
"Itu b******* yang t****. Kalau dia b******* yang pintar dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b******* t**** itu sekaligus b******* yang pengecut. Ajaib b******* tapi pengecut," tutupnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore