
Tsunami terjadi di Selat Sunda
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta para ahli meneliti kondisi Gunung Anak Krakatau yang tengah 'batuk' beberapa hari ini. Hal ini diperlukan sebagai langkah Polri melakukan antisipasi terhadap bencana tsunami akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Diketahui, satelit penginderaan milik badan antariksa Eropa (ESA) dan satelit Alos milik Jepang menangkap citra Gunung Anak Krakatau sebelum dan sesudah bencana tsunami di Selat Sunda. Hasilnya, mereka menunjukkan deformasi pada bagian lereng Anak Krakatau saat erupsi.
Adapun deformasi tersebut berupa longsoran dengan jumlah besar porsi lereng gunung yang kolaps ke laut yang mengelilinginya.
"Mohon betul-betul dirapatkan yang jago-jago dari luar negeri, dalam negeri untuk menumpahkan segala kemampuannya menilai apakah deformasi ini sudah permanen. Sehingga tidak terjadi susulan, kami perlukan itu," ujar Tito di Kompleks Mabes Polri, Kamis (27/12).
Kalau deformasinya permanen, pihaknya fokus membantu pengungsi dan rekonstruksi. Tetapi jika deformasinya bersifat sementara dan kemungkinan terjadi susulan, perlu ada rencana aksi yang melibatkan seluruh elemen pusat.
"Polri, TNI, BNPB, BMKG, Basarnas, Kemensos dan lain-lain beserta Pemda Banten, Lampung dan Kabupaten terkait kami harus seera lakukan lakukan langkah evakuasi. Itu libatkan jumlah massa yang banyak tanpa timbulkan kepanikan publik," tutur Tito.
Karena itu, pihaknya menunggu hasil penelitian tersebut. Sementara, proses pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan. "Yang jelas Polri di kedua Polda itu (Polda Banten dan Polda Lampung) semua bergerak untuk bantuk masyarakat di pengungsian. Bantuan logistik dan lain-lain," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
