Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2015 | 05.35 WIB

Bawaslu Harapkan Polri Lebih Serius Tangani Politik Uang di Pilkada

Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak. - Image

Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak.

JawaPos.Com - Salah satu tindak pidana yang marak terjadi saat pesta demokrasi adalah politik uang atau money politics. Ini biasanya dilakukan oleh para calon kepala daerah untuk melancarkan jalannya agar bisa memenangi pilkada.



Hal itu pula yang menjadi perhatian serius Bawaslu. Lembaga penyelenggara pemilu itu meminta Polri agar bisa lebih peka dengan isu money politics.



"Inikan yang banyak dil apangan adalah Polri. Jadi harus lebih tahu untuk hal itu," ujar Nelson Simanjuntak, salah satu komisioner Bawaslu saat mengikuti Seminar Pengamanan Pilkada Serentak di PTIK Mabes Polri, Senin (21/9).



Nelson menambahkan, money politics ibarat angin. ”Dia terasa namun tidak terlihat. Masyarakat juga tidak ada yang mau mengaku," ucapnya.



Karenanya, tuga kepolisian adalah mengusut politik uang. Karena polisi berada di lapangan, katanya, polisi juga bisa melakukan pencegahan.  



Namun, proses hukum kasus politik uang tetap menjadi ranah Polri” “Ini kan masuk pidana, tindak pidana umum," tuturnya.(elf/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore