
Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak.
JawaPos.Com - Salah satu tindak pidana yang marak terjadi saat pesta demokrasi adalah politik uang atau money politics. Ini biasanya dilakukan oleh para calon kepala daerah untuk melancarkan jalannya agar bisa memenangi pilkada.
Hal itu pula yang menjadi perhatian serius Bawaslu. Lembaga penyelenggara pemilu itu meminta Polri agar bisa lebih peka dengan isu money politics.
"Inikan yang banyak dil apangan adalah Polri. Jadi harus lebih tahu untuk hal itu," ujar Nelson Simanjuntak, salah satu komisioner Bawaslu saat mengikuti Seminar Pengamanan Pilkada Serentak di PTIK Mabes Polri, Senin (21/9).
Nelson menambahkan, money politics ibarat angin. ”Dia terasa namun tidak terlihat. Masyarakat juga tidak ada yang mau mengaku," ucapnya.
Karenanya, tuga kepolisian adalah mengusut politik uang. Karena polisi berada di lapangan, katanya, polisi juga bisa melakukan pencegahan.
Namun, proses hukum kasus politik uang tetap menjadi ranah Polri” “Ini kan masuk pidana, tindak pidana umum," tuturnya.(elf/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
