Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 05.14 WIB

Anaknya Aniaya Remaja Hingga Tewas, Ketua DPRD Kota Ambon Tak Minta Maaf, Hanya Ucapkan Bela Sungkawa

Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisutta (tengah) saat mengucapkan bela sungkawa terhadap korban penganiayaan anaknya

JawaPos.com – Abdi Toisutta, anak dari Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial RRS,15, hingga meninggal dunia. Atas perbuatannya melakukan penganiayaan itu, Abdi pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian dari Polresta Ambon.

Terpisah, usai viralnya kasus ini, Ely Toisutta bersama suami dan anaknya terungkap membuat video bela sungkawa kepada korban. Namun tak ada kata permintaan maaf atas perbuatan yang dilakukannya anaknya, dari mulut Ely Toisutta.

“Bismillahirohmanirrohim, assalamualaikum. Saya Ely Toisutta, atas nama keluarga, dengan segala kerendahan hati dan dengan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Dengan ini kami menyampaikan turut berbelangka sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Rafli Rahman Sie,” kata Ely di dalam video tersebut, dikutip dari akun instagram ndorobei official.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 13 detik itu, Elly menyerahkan penanganan kasus anaknya tersebut kepada aparat penegak hukum

“Semoga Allah SWT merahmati almarhum khusnul khotimah, serta mendapatkan tempat yang paling indah di sisi Allah, Amin. Dan atas nama keluarga pula kami sangat prihatin atas peristiwa dan musibah yang terjadi. Kami menghormati serta menyerahkan penanganan proses dan perkara ini kepada aparat penegak hukum,” Imbuh Elly.

Di akhir video, Ely berharap kepada Allah agar diberikan ketabahan dan kekuatan atas musibah yang dialaminya.

“Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan kepada kita semua serta petunjuk agar kita mendapatkan hikmah yang mendalam dari musibah ini, Amin. Wassalamualaikum,” tandasnya.

Video pernyataan tersebut menjadi viral dan diunggah di beberapa akun Instagram salah satunya oleh @ndorobei.official. Tak sedikit warganet yang menyerbu pada kolom komentar pada posting-an tersebut.

“Semurah itu harga sebuah nyawa. Penjara sama permintaan maaf ga bisa mengembalikan nyawa yang sudah hilang,” tulis akun @de**a***.

“Semoga dihukum sesuai UUD bukan sesuai jabatan ortunya,” tulis akun @pa****o.

“Oke apresiasi ortunya mau mengakui, tinggal lihat nanti proses hukumnya, dia intervensi ga?,” tulis akun @aw****.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore