Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 22.32 WIB

Presiden Mahasiswa UMY Sebut Redho Tri Agustian Baru Selesai Rapat Sebelum Hilang

Unggahan Instagram Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY hilang korban mutilasi Sleman (Instagram Redho Tri Agustian) - Image

Unggahan Instagram Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY hilang korban mutilasi Sleman (Instagram Redho Tri Agustian)

JawaPos.com - Presiden Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) Muhammad Adam menyatakan bahwa Redho Tri Agustian, korban mutilasi di Sleman, merupakan orang yang aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Selain Anggota BEM di Kementerian Bina Desa UMY, Redho juga aktif sebagai Ketua Tim Peneliti dalam program Young Sustainable Initiative (YSI). Bahkan, kasus mutilasi kejam itu terjadi tak lama setelah korban baru saja selesai melaksanakan rapat kegiatan masa taaruf untuk mahasiswa baru.
 
 
"Itu ada rapat masa taaruf fakultas. Ospek fakultas dia di salah satu divisi acara kalau gak salah. Nah itu baru rapat malamnya," kata Adam saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (26/7).
 
Adam sendiri mengaku dengan Redho terakhir bertemu pada sekitar bulan Juni lalu dalam kegiatan program BEM. Saat itu, ia menyebutkan tak ada gelagat aneh dalam hal pertemuan terakhirnya.
 
 
"Tidak sama sekali. Antusias seperti biasa orangnya orang yang excited gitu. Jadi gak terlihat tanda-tanda apapun," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Internasional UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, mengungkapkan Redho Tri Agustian adalah mahasiswa UMY penerima dana hibah penelitian mahasiswa, program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Republik Indonesia Tahun 2023.
 
 
Topik penelitian yang diajukan oleh almarhum adalah mengenai perilaku menyimpang kaum gay (LGBT). Penelitian itu mengharuskan korban mengumpulkan data primer dengan berinteraksi dan memasuki kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan kelompok LGBT.
 
Informasi yang didapat Prof. Achmad Nurmandi bahwa Almarhum Redho Tri Agustian mencoba memasuki kelompok atau Individu yang terlibat LGBT melalui media sosial Facebook.
 
"Dari fakta-fakta tersebut bisa diyakini bahwa isu-isu miring mengenai Almarhum saat ini bisa dikatakan tidak benar," tegas salah satu Pimpinan di Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah seperti diberitakan Babel Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (25/7).
Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore