
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah) didampingi KASAU Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung KPK bersama Ketua KPK Agus Rahardjo.
JawaPos.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama KPK mengungkap korupsi pengadaan Helikopter AgustaWestland (AW) 101. Adapun ditemukannya dugaan korupsi pengadaan heli tersebut berasal dari investigasi yang dilakukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto.
Dengan bekerja cepat, pada 24 Februari 2017, hasil investigasi dikirimkan kepadanya dan semakin jelas ada korupsi dan konspirasi. "Dari ini maka bermodal investigasi KSAU saya bekerja sama dengan Kepolisian RI, BPK RI, khususnya PPATK dan KPK. Tiga bulan intensif," ujar Gatot saat menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (26/5).
Dilanjutkan penyelidikan yang dilakukan Pusat Polisi Militer (POM) TNI, didapati hasil bahwa ada kerugian negara dari pembelian heli tersebut sebesar 738 miliar.
"Ditemukan potensi kerugian negara Rp 220 miliar rupiah dengan basis perhitungan nilai tukar USD 1sama dengan Rp 13 ribu. Info awal bahwa minimal ada penyimpangan Rp 220 miliar," ujar Gatot.
POM TNI pun telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya enam orang dari militer dan tujuh orang dari sipil. Juga ditemukan barang bukti uang dan telah disita. "Barbuk uang yang diamankan dan disita. Selain itu dilakukan pemblokiran rekening BRI atas nama Diratama Jaya Mandiri yang isinya sebesar Rp 136 miliar," jelas Gatot.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, POM TNI telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dengan menetapkan tiga tersangka dari unsur militer.
“Mereka adalah Marsekal Pertama (setara Jenderal bintang satu) TNI FA yang bertugas pejabat akte komitmen, kemudian Letkol BW pejabat pemegang kas, dan SS yang merupakan staf Pekas yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu," bebernya.
Gatot mengatakan, bahwa hasil ini bersifat sementara. Kemungkinan akan ada tersangka lain. "Masih sangat-sangat mungkin ada tersangka lain," tegasnya.
Sementara dia mengimbau supaya personel TNI yang terlibat dalam kasus ini bersifat kooperatif, jujir dan bertanggung jawab. "Sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dituntaskan cepat dan profesional," pungkas Gatot. (dna/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
