Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2017 | 19.51 WIB

Kapolri Bantah Ada Motif Politik di Kasus Hermansyah

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap bahwa pelaku pembacokan pakar IT, Hermansyah sempat ketakutan dalam pelariannya ke Bandung, Jawa Barat. Sebab, tindakan tersebut berkembang menjadi isu politik.


"Berkembang isu macem-macem motifnya. Sampai motif politik dan lain-lain, para pelaku ketakutan sendiri," ujar Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).


Karena ketakutan itu lah, para pelaku yang bernama Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37), mencari keluarganya yang memiliki akses di kepolisian dan berencana menyerahkan diri. "Untung dari Polda Metro ada yang mengenal kepada keluarganya dan kemudian mereka dilakukan penangkapan," imbuhnya.


Kasus pembacokan Hermansyah menurutnya, bermula dari aksi saling serempet dan senggol. Akhirnya mereka kejar-kejaran. Setelah itu, para pelaku menghentikan mobil yang dikendarai Hermansyah. "Kemudian terjadi kasus penganiayaan, pembacokan," jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.


Apabila tidak percaya bahwa kasus tersebut murni kriminal, kata Tito bisa diuji di Pengadilan.


"Prinsip era keterbukan nanti juga di pengadilan. Tidak bisa ada yang menseting di pengadilan. Karena mereka bukan aktor, pengadilan kita bisa dimonitor media," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore