
Pabrik petasan terbakar hebat di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang
JawaPos.com – Kebakaran dahsyat di 2017 yang menelan banyak korban jiwa terjadi di Tangerang, Banten. Tepatnya terjadi pada Kamis 26 Oktober 2017. Pabrik petasan dan kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses meledak dan terbakar hebat. Dalam kejadian itu, sebanyak 49 korban meninggal dengan kondisi hangus terbakar.
Kebakaran bermula di tempat penjemuran kembang api, kemudian merembet ke penggilingan hingga menjalar ke bahan-bahan mentah pembuatan kembang api di pabrik yang berlokasi di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 09.00 WIB.
Suara ledakan kencang membuat geger warga sekitar. Kemudian ledakan pertama itu langsung disusul kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. Pada ledakan pertama langsung menimbulkan kepanikan terhadap karyawan yang berada di sekitar pabrik. Karyawan itu berlarian menuju pintu pagar yang berada di depan pabrik.
"Pas di pintu depan ada gudang kebakar juga, korban tidak berani lewat situ karena panas dan asap tebal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/10). Ketika itu api begitu cepat membesar. Beberapa karyawan pabrik ada yang nekat menerobos si jago merah, demi bisa menyelamatkan diri. Ada beberapa orang korban yang lari lewat pintu depan.
Ketika si jago merah terus membesar, warga dan anggota Brimob di sekitar pabrik ikut memberi bantuan. Mereka berusaha membongkar tembok pabrik supaya korban yang terjebak dapat dievakuasi. Nahasnya, usaha penyelamatan itu kalah cepat dibandingkan api yang telah membumbung tinggi. Akibatnya, puluhan orang tewas terjebak dengan kondisi mengenaskan. Tubuh mereka hangus terpanggang hingga sudah tidak bisa dikenali.
Sementara dilaporkan 46 orang lainnya berhasil diselamatkan. Para korban luka itu langsung mendapat perawatan intensif di RSUD Tangerang, RSIA BUN Tangerang, dan Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang. Menurut Argo, ganasnya kobaran api juga menghancurkan seisi pabrik termasuk puluhan kendaraan milik para karyawan. "Ada beberapa kendaraan yang terbakar, sebanyak 28 motor karyawan dan 20 mobil," jelas Argo.
Korban Tewas 49, Semua Hangus Terbakar
Petugas pemadam kebakaran baru bisa menjinakkan kobaran api sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah dipastikan kondisi pabrik aman, petugas pemadam bersama pihak kepolisian mengevakuasi korban dari dalam pabrik kembang api tersebut. Sebanyak 47 kantong mayat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentivikasi oleh tim DVI, saat itu. Sebab, kondisi semua jenazah hangus.
Tidak hanya korban tewas, sebanyak 46 orang korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke tiga rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Mereka mendapat perawatan di RSUD Tangerang, RS Ibu dan Anak dan RS Mitra Husada Tangerang. Selain itu, ganasnya kobaran api juga menghancurkan seisi pabrik, setidaknya sebanyak 28 kendaraan bermotor milik karyawan dan 20 mobil juga ikut ludes terbakar.
Total korban tewas akibat kebakaran pabrik petasan menjadi 49 orang. Terakhir, korban bernama Nurhayati (20) tewas, Sabtu (28/10) setelah mendapat perawatan di RSUD Tangerang. Lalu, korban bernama Atin Puspita (32) meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD Tangerang. Keduanya mengalami 100 persen luka bakar dan mendapat perawatan di ruang ICU.
Hangusnya jenazah korban kebakaran pabrik kembang api tersebut membuat tim DVI RS Polri Kramat Jati sempat kesulitan mengidentifikasi. Pihak keluarga korban harus membawa data gigi serta foto korban yang tersenyum guna memudahkan proses pencarian identitas para korban. Di sisi lain, kepolisian menyediakan tim trauma healing di RS Polri Kramat Jati untuk keluarga korban.
“Kami tempatkan Polwan, itu dipersiapkan kepada keluarga yang mengalami trauma, seperti yang mempunyai anak, suami atau istri yang menjadi korban, itu untuk memberikan motivasi agar kejiwaannya bangkit kembali,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Penyebab Ledakan Maut Itu Tukang Las
Berselang dua hari dari kejadian, pihak kepolisian berhasil mengungkap pelaku insiden kebakaran berdarah tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menyebut, terdapat tiga orang tersangka dalam peristiwa terbakarnya pabrik kembang api. Mereka merupakan Indra Liyono, Andry Hartanto, dan Subarna Ega.
Indra Liyono merupakan pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang memproduksi kembang api di Jalan Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang, Banten. Selanjutnya Andry Hartanto merupakan Direktur Operasional perusahaan tersebut. Sementara, satu orang tersangka lainnya bernama Subarna Ega yang merupakan tukang las yang diduga menjadi pemicu insiden kebakaran maut. Ega diduga ikut tewas terbakar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
