
Jokowi-JK
JawaPos.com - Indeks pemenuhan hak asasi manusia (HAM) 2015-2016 meningkat dari 2,35 menjadi 2,83 poin. Atau, mengalami kenaikan 0,38 poin.
Namun, kenaikan tersebut tidaklah signifikan secara statistik. Data tersebut disampaikan dalam rilis survei Setara Institute yang dilakukan pada 5 November - 5 Desember di 18 provinsi. Dengan 202 orang responden, paling rendah berpendidikan diploma.
Peneliti Setara Institute Ahmad Fanani Rosyidi mengatakan, ada delapan variable yang diukur. Dua diantaranya mengalami penurunan. Yakni, hak kebebasan beragama/berkeyakinan, serta hak kebebasa berekspresi dan berserikat.
Enam variabel lainnya cenderung naik, seperti penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, hak rasa aman warga dan perlindungan warga negara, penghapusan hukuman mati, penghapusan diskriminasi, hak atas ekonomi sosial dan budaya, serta Ranham dan kinerja lembaga HAM.
"Artinya, sudah dua tahun pemerintahan Jokowi-JK bekerja, pada bidang hak asasi manusia tidak menunjukkan kemajuan," tegasnya saat menyampaikan rilis survei di Kantor Setara Institute, Hang Lekiu, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (12/12).
Lebih lanjut Rosyidi mengatakan, kepemimpinan, Presiden Joko Widodo masih lebih berfokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur pada saat yang bersamaan mengesampingkan agenda pemajuan HAM, khususnya bidang hak sipil dan politik.
"Selama dua tahun memimpin, janji-janji dalam Nawacita terkait hak asasi manusia belum satupun dijalankan oleh Jokowi,"
Dia menuturkan, ada banyak kontradiksi dalam kebijakan pemerintah terkait HAM. Pada forum internasional terbaru di Bali misalnya, Jokowi membanggakan kemampuan negara mengelola kemajemukan.
Namun kata Rosyidi, fakta-fakta dilapangan menunjukkan hal sebaliknya. "Bahwa pemerintah abai memajukan perlindungan kebebasan beragama atau berkeyakinan," sebutnya.
Setara menilai, pemerintah nyaris tidak memiliki sikap dan roadmap bagaimana pemajuan, penghormatan, dan pemenuhan HAM akan dijalankan dan diintegrasikan dalam proses pembangunan negara.
"Pendek kata, secara umum pemerintahan ini tidak memiliki belied yang jelas tentang agenda hak asasi manusia," pungkasnya.(dna/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
