
Diesti Tagor bersama suaminya Setya Novanto, yang kerap mangkir saat dipanggil KPK.
JawaPos.com - Tak hanya Ketua DPR Setya Novanto yang mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Istrinya, Deisti Astiani Tagor pun ikut-ikutan untuk tidak menghadiri pemeriksaan di lembaga antirasuah itu. Adapun pemanggilan Deisti diketahui berlangsung pada Jumat, (10/11).
"Untuk saksi Deisti Astiani Tagor yang telah dipanggil untuk agenda pemeriksaan Jumat, 10 November 2017, yang bersangkutan tidak datang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (14/11).
Alasan yang dipakai istri Setya Novanto itu pun tak jauh beda dengan suaminya ketika beberapa kali dipanggil penyidik KPK, yakni sakit.
Dia mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir karena sakit pada hari yang sama. Dilampirkan juga Surat Keterangan Sakit dari Aditya Medical Centre yang pada pokoknya berisikan Deisti perlu istirahat selama 1 minggu terhitung sejak 10 November 2017.
"Surat tersebut ditandatangani dokter pemeriksa Okky Khadarusman," imbuh Febri.
Sementara dia menerangkan, pemanggilan Deisti dilakukan dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan pemegang saham terbesar di PT Murakabi Sejahtera.
Karenanya, penyidik akan melakukan pemanggilan kembali terhadap istri Setya Novanto itu untuk diperiksa pada Senin pekan depan.
"Kami ingatkan agar yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan hadir memenuhi panggilan penyidik," pungkas Febri.
Sekadar informasi, nama Deisti sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana mencuat saat Setya Novanto hadir sebagai saksi di persidangan terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat 3 November 2017.
Saat itu, Setya Novanto dicecar soal kepemilikan saham Deisti dan anaknya Reza Herwindo di PT Mondialindo Graha Perdana.
Jaksa KPK menyebut istri dan anak Ketua Umum Partai Golkar itu masing-masing memiliki 50 persen dan 80 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana.
Perusahaan itu diketahui juga menjadi pemegang saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP.
Setya Novanto pun mengakui juga pernah menjadi Komisaris di PT Mondialindo Graha Perdana pada 2000-2002. Namun, dia mengatakan tak tahu jika ada nama istri dan anaknya di perusahaan tersebut.
Sementara hingga hari ini, KPK masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam penyidikan kasus e-KTP. Salah satunya, Mantan Dirut PNRI Isnu Edhi Wijaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
