
Menaker Yassierli didampingi Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. (Humas Kementerian Ketenagakerjaan)
JawaPos.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam upaya merealisasikan program 80 ribu Koperasi Desa Merah-Putih. Pemanfaatan balai latihan kerja (BLK) jadi salah satu poin yang dikerjasamakan antar dua instansi.
Program pendirian 80 ribu koperasi itu ditargetkan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Diproyeksikan dua juta tenaga kerja di seluruh Indonesia dapat terserap melalui program tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan, program itu merupakan solusi luar biasa atas permasalahan saat ini. Pasalnya, tidak hanya memberdayakan ekonomi desa, program ini juga menjadi jawaban atas tantangan penciptaan lapangan kerja.
“Kami siap berperan aktif dalam pengembangan koperasi desa,” ujarnya usai menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (1/7).
Dia menegaskan komitmen penuh Kemnaker dalam mendukung implementasi program itu. Di antaranya melalui pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK), tenaga instruktur terlatih, serta skema pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja sesuai dengan nota kesepahaman yang disepakati.
Terkait pemanfaatan BLK, SDM koperasi desa dapat melakukan pelatihan di semua BLK yang tersebar di berbagai daerah. Menurut dia, SDM yang kompeten adalah kunci keberhasilan dari setiap program yang ada. “Dan kami akan mendukungnya melalui pelatihan, pendampingan, hingga sertifikasi,” sambungnya.
Tiga poin tersebut nantinya akan terus dikembangkan untuk membentuk koperasi profesional dengan dukungan SDM unggul, termasuk proses evaluasi untuk perbaikan dan kesinambungan.
Sementara itu, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengapresiasi sinergi yang terjalin antar kedua kementerian. Dia menegaskan keberhasilan program itu membutuhkan sinergi lintas sektor, khususnya dalam memperkuat koperasi berbasis komunitas.
“Koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Penguatan SDM dan kelembagaan merupakan fondasi utama untuk menciptakan koperasi yang modern dan berdaya saing,” paparnya.
Selain tiga poin tersebut, Budi Aire Ia juga menjelaskan, bahwa ruang lingkup kerja sama ini meliputi pertukaran dan pemanfaatan data, peningkatan kapasitas SDM koperasi, serta fasilitasi pembentukan berbagai jenis koperasi. Misalnya, koperasi pekerja, buruh, pengemudi, dan kurir berbasis aplikasi.
Langkah ini, kata dia, diharapkan dapat membentuk ekosistem koperasi yang tangguh dan inklusif, serta membuka lapangan kerja dalam skala besar. Khususnya di wilayah pedesaan dan sektor informal. (mia)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
