Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 03.42 WIB

Fokus Indonesia Eliminasi Malaria di Papua Tuai Apresiasi Dunia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi malaria secara nasional pada 2030. Fokus utama wilayah Papua yang menjadi penyumbang terbesar kasus malaria di tanah air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyelesaian malaria di Papua menjadi kunci bagi keberhasilan eliminasi secara nasional. “Kalau kita bisa selesaikan malaria di Papua, maka kita bisa selesaikan malaria di seluruh Indonesia,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination.

Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 476 wilayah telah mencapai status eliminasi malaria. Namun, lebih dari 93 persen kasus nasional masih terkonsentrasi di Papua. Tantangan geografis dan terbatasnya akses layanan kesehatan menjadi hambatan utama.

Untuk itu, Kemenkes menerapkan strategi komprehensif, mulai dari pencegahan lingkungan, distribusi kelambu berinsektisida, hingga uji coba program Mass Drug Administration (MDA) di dua kota yang mampu menurunkan insiden hingga 50 persen. "Dengan bantuan Global Fund, sebanyak 3,3 juta kelambu telah kami distribusikan,” ungkap Budi.

Selain itu, dia memastikan ketersediaan pengobatan serta pentingnya deteksi dini untuk mempercepat penanganan. Dukungan politik dan kerja sama lintas negara turut ditekankan, termasuk penandatanganan joint action plan antara Indonesia dan Papua Nugini. “Nyamuk tidak mengenal batas negara. Maka kerja sama ini sangat penting,” ujarnya.

Dalam forum yang sama, Indonesia mendapat apresiasi dari CEO Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Sarthak Das, sebagai contoh sukses terbaik di Asia Pasifik dalam memerangi malaria. "Indonesia adalah pemimpin regional. Upaya teknisnya kuat, tapi yang paling penting adalah komitmen politik yang ditunjukkan,” kata Sarthak.

Menurut dia, kepemimpinan Indonesia, terutama dalam kolaborasi dengan negara-negara seperti Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, menjadi penopang penting dalam upaya global eliminasi malaria. (lyn)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore