
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi malaria secara nasional pada 2030. Fokus utama wilayah Papua yang menjadi penyumbang terbesar kasus malaria di tanah air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyelesaian malaria di Papua menjadi kunci bagi keberhasilan eliminasi secara nasional. “Kalau kita bisa selesaikan malaria di Papua, maka kita bisa selesaikan malaria di seluruh Indonesia,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination.
Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 476 wilayah telah mencapai status eliminasi malaria. Namun, lebih dari 93 persen kasus nasional masih terkonsentrasi di Papua. Tantangan geografis dan terbatasnya akses layanan kesehatan menjadi hambatan utama.
Untuk itu, Kemenkes menerapkan strategi komprehensif, mulai dari pencegahan lingkungan, distribusi kelambu berinsektisida, hingga uji coba program Mass Drug Administration (MDA) di dua kota yang mampu menurunkan insiden hingga 50 persen. "Dengan bantuan Global Fund, sebanyak 3,3 juta kelambu telah kami distribusikan,” ungkap Budi.
Selain itu, dia memastikan ketersediaan pengobatan serta pentingnya deteksi dini untuk mempercepat penanganan. Dukungan politik dan kerja sama lintas negara turut ditekankan, termasuk penandatanganan joint action plan antara Indonesia dan Papua Nugini. “Nyamuk tidak mengenal batas negara. Maka kerja sama ini sangat penting,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, Indonesia mendapat apresiasi dari CEO Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Sarthak Das, sebagai contoh sukses terbaik di Asia Pasifik dalam memerangi malaria. "Indonesia adalah pemimpin regional. Upaya teknisnya kuat, tapi yang paling penting adalah komitmen politik yang ditunjukkan,” kata Sarthak.
Menurut dia, kepemimpinan Indonesia, terutama dalam kolaborasi dengan negara-negara seperti Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, menjadi penopang penting dalam upaya global eliminasi malaria. (lyn)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
