Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 20.56 WIB

Menteri PU Beberkan Efektivitas Burung Hantu Dalam Peningkatan Produktifitas Petani

Menteri PU Dody Hanggodo dalam acara Halal Bihalal bersama awak media di Jakarta, Jumat (11/4/2025). (Istimewa) - Image

Menteri PU Dody Hanggodo dalam acara Halal Bihalal bersama awak media di Jakarta, Jumat (11/4/2025). (Istimewa)

JawaPos.com  - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bantuan 1.000 ekor burung hantu yang diberikan Presiden Prabowo Subianto cukup efektif sebagai solusi alami untuk mengatasi serangan hama tikus di kawasan pertanian Majalengka, Jawa Barat. Burung hantu dinilai mendukung keberhasilan penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang telah terbukti mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan.

IPHA merupakan inovasi dalam budi daya padi yang mengatur siklus pengairan sawah secara berselang (intermittent irrigation). Teknologi ini mampu menghemat air hingga 30 persen serta meningkatkan produktivitas padi hingga 169 persen dibanding metode konvensional.

Namun demikian, penerapan IPHA juga menghadapi tantangan, salah satunya meningkatnya ancaman hama tikus. Kondisi sawah yang lebih dangkal dalam sistem IPHA memungkinkan tikus lebih mudah mencapai batang padi, sehingga meningkatkan risiko kerusakan panen.

"Solusi alami berupa penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti efektif menekan populasi hama. Langkah ini juga lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia," kata Menteri Dody.

Sebelumnya, para petani di Indramayu dan Cirebon telah menerapkan metode pengendalian hama ini dengan memasang rumah burung hantu di sekitar area persawahan. Keberhasilan metode tersebut mendorong petani di Majalengka untuk mengadopsinya. Dukungan Presiden Prabowo menjadi bentuk nyata perhatian terhadap keresahan petani akibat serangan tikus.

Menteri Dody berharap bantuan burung hantu ini dapat menjaga stabilitas hasil panen pada area IPHA serta mendorong percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk sosialisasi dan penguatan implementasi IPHA, Kementerian PU akan menyelenggarakan panen demplot sekaligus pameran hasil panen teknologi IPHA di Daerah Irigasi (DI) Rentang pada Selasa, 22 April 2025.

Acara ini bertujuan memperlihatkan kualitas panen serta efektivitas teknologi IPHA dalam meningkatkan produksi padi nasional. Dalam kegiatan tersebut, akan dilakukan panen pada tiga demplot IPHA dari total 208 demplot yang telah dikembangkan. Hingga kini, sebanyak 18 demplot telah dipanen dengan hasil yang jauh di atas rata-rata produktivitas padi konvensional. (far)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore