Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 17.31 WIB

Badan Pangan Dunia Prediksi Produksi Beras Indonesia Tembus 35,6 Juta Ton

“SAWAH PAMANKU” Karya: Anom Harya, Kota Malang. Lokasi Foto: Malang

JawaPos.com - Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) membawa kabar baik untuk Indonesia. Lembaga di bawah naungan PBB itu mengeluarkan prediksi produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton. Sebuah sejarah baru tercatat di sektor pertanian nasional. 

Prediksi FAO itu teruang dalam Food Outlook – Biannual Report on Global Food Markets Juni 2025 yang diumumkan (24/6). Di dalamnya memproyeksikan produksi beras Indonesia bakal mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025-2026 ini. 

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, proyeksi produksi FAO tersebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Jumlah itu merupakan rekor tertinggi Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Sekaligus menjadi salah satu lonjakan tertinggi di antara negara-negara produsen utama. Bila proyeksi tersebut terwujud, realisasi produksi Indonesia melampaui target pemerintah sebesar 32 juta ton. 

FAO juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia. Posisi Indonesia berada setelah Tiongkok, India, dan Bangladesh. Produksi beras di Indonesia diperkirakan naik 4,5 persen dibanding musim sebelumnya yang sebesar 34 juta ton. Kenaikan ini menandai pemulihan signifikan yang dilakukan pemerintah setelah sempat mengalami penurunan pada 2024-2025. 

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing dan ketahanan dalam sektor pertanian, khususnya di subsektor pangan strategis,” salah satu kutipan dalam laporan FAO. Untuk perbandingan, lonjakan produksi Indonesia hanya kalah dari Brasil yang mencatat peningkatan sebesar 14,7 persen. Sementara negara-negara seperti Thailand dan Pakistan justru diproyeksikan mengalami penurunan produksi.

Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah sesuai Astacita Presiden Prabowo memfokuskan pada kemandirian pangan. Tujuannya untuk menjaga kesiapan Indonesia memainkan peran yang lebih besar dalam sistem pangan global.

Menurut Amran, banyak negara yang sedang mengalami tekanan pangan. Sementara itu Indonesia justru mencatatkan peningkatan produksi yang signifikan. "Pemerintah melalui berbagai kebijakan menempatkan kedaulatan pangan sebagai prioritas utama," katanya.

Pemerintah tidak lagi hanya bicara swasembada. Tetapi sudah bicara kedaulatan. Dengan hasil yang terlihat saat ini, Indonesia secara tidak langsung siap mengambil peran lebih besar dalam sistem pangan dunia. Negara lain seperti Malaysia dan Jepang sudah berkunjung ke Indonesia untuk mengintip strategi meningkatkan produksi pangan. (wan)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore